Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Buntut 11 Warga di Jombang Jadi Korban Ledakan Petasan, RSUD Rujuk 5 Pasien Jalani Pengobatan ke Psikeater

Anggi Fridianto • Jumat, 18 April 2025 | 14:19 WIB
IGD RSUD Jombang tetap beroperasi 24 jam selama cuti Lebaran
IGD RSUD Jombang tetap beroperasi 24 jam selama cuti Lebaran

Radarjombang.id - Sebanyak lima dari 11 korban ledakan petasan di Jombang terus menjalani perawatan hingga dinyatakan sembuh total.

RSUD Jombang memutuskan untuk merujuk ke Poli Kesehatan Jiwa agar mendapatkan pendampingan dari Psikeater.

”Jadi memang benar, dari total 5 pasien yang dilakukan amputasi, seluruhnya kita konsul kan ke psikiatri,’’ ujar Direktur RSUD Jombang Dr dr Ma'murotus Sa'diyah M Kes, kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (17/4).

ia mengaku, langkah ini diambil untuk mencegah gangguan kejiwaan pasca korban menjalani amputasi.

Apalagi, korban mayoritas anak anak hingga remaja. ”Jadi semua korban yang diamputasi, karena harus ada pencegahan agar mereka jatuh ke dalam kondisi stres,’’ tambahnya.

Selain itu, dari 11 korban ledakan petasan, Ning Eyik mengaku masih tetap harus menjalani perawatan atau kontrol secara rutin. ”Mereka akan kita pantau perkembangannya hingga benar benar sembuh total,’’ pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah korban petasan meledak selama lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 di Kabupaten Jombang cukup banyak.

Data pasien di RSUD Jombang, total ada 11 warga yang menjadi korban ledakan petasan di Jombang.

Bahkan, lima korban terpaksa terpaksa diambil tindakan amputasi karena mengalami luka serius di bagian anggota tubuh.

Direktur RSUD Jombang Dr dr Ma'murotus Sa'diyah M Kes menyampaikan, total ada 11 korban ledakan petasan menjalani perawatan di RSUD Jombang selama Lebaran 2025 ini.

”Ya totalnya ada 11 pasien. Namun, jumlah itu hanya yang kami tangani di RSUD Jombang. Kami belum tahu jika ada yang dirawat di RS lain,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (16/4).

Ia menyampaikan, dari 11 korban tersebut, sebanyak lima korban yang terpaksa dilakukan tindakan amputasi. 

Sebelum melakukan tindakan operasi, tim dokter dari RSUD Jombang telah melakukan asesmen sesuai prosedur. Sehingga tindakan amputasi merupakan langkah yang harus ditempuh untuk menangani pasien.  ”Ya, ada lima yang diamputasi,’’ papar dia.

Sedangkan, enam korban lain, tidak dilakukan amputasi karena kondisi luka yang tidak terlalu serius.

”Ya enam tidak,’’ jelas dia. Disinggung kondisi seluruh pasien, dokter Eyik, mengatakan seluruhnya sudah dipulangkan. ”Semuanya sudah pulang karena kondisinya sudah stabil,” papar dia. (ang)

Editor : Anggi Fridianto
#dr Eyik #Jombang #RSUD Jombang #psikolog #ledakan petasan #korban #Poli Jiwa #amputasi #direktur RSUD Jombang