RadarJombang.id – Banyaknya plengsengan dari precast lining BBWS Brantas yang rusak mendapat respons serius dari kalangan DPRD Jombang.
Komisi C DPRD mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera melakukan perbaikan.
’’Kami mendorong BBWS untuk segera melakukan perbaikan,’’ kata Ketua Komisi C DPRD Jombang, M Zahrul Jihad, kemarin.
Pasalnya, proyek ini baru dikerjakan satu atau dua tahun hingga menelan anggaran hingga belasan miliar rupiah.
’’Masak baru beberapa tahun sudah rusak dan dibiarkan begitu saja,’’ katanya.
Terlebih lagi, saat ini musim penghujan tidak bisa diprediksi. Sehingga, dikhawatirkan terjadi banjir di wilayah yang plengsengannya rusak tersebut.
’’Takutnya apabila dibiarkan begitu saja, saat debit air tinggi kerusakan akan semakin parah,’’ tegasnya.
Dia juga meminta pemkab untuk segera melaporkan ke BBWS terkait kerusakan plengsengan tersebut.
’’Meski pemkab tidak mempunyai kewenangan, bisa ikut melakukan pengawasan dan memberikan laporan terkait kerusakan itu,’’ tegasnya.
Sebelumnya, kondisi plengsengan di Sungai Rejoagung II tepatnya di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno memprihatinkan.
Plengsengan dari precast lining itu banyak yang ambrol. Warga mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah dari APBN tersebut.
Seperti pantauan koran ini, Sabtu (5/4) kemarin, plengsengan banyak yang rontok. Sejumlah titik plengsengan juga ambles. ’’Itu sudah dua kali ambrol,’’ ujar Bambang salah satu warga sekitar.
Kerusakan pertama Desember lalu. Setelah dilakukan perbaikan rusak kembali. ’’Rusak lagi Januari. Hingga sekarang belum dilakukan perbaikan,’’ ungkapnya.
Dia juga heran, plengsengan tersebut sudah rusak. Padahal, proyek tersebut baru dikerjakan pada 2024. ’’Itu baru dibangun tahun lalu. Tapi sudah rusak,’’ ungkapnya.
Melihat titik kerusakan hampir merata, ia mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek. Menurutnya, jika tidak kunjung diperbaiki, tentunya kerusakan akan semakin parah.
’’Kalau tidak segera diperbaiki takutnya semakin rusak sehingga memicu banjir,’’ urainya.
Kepala Desa Gondek, Hisbulloh Huda, membenarkan sejumlah plengsengan di wilayahnya ambrol. ’’Ambrolnya itu waktu banjir di enam kecamatan, Januari lalu,’’ ungkapnya.
Saat itu debit air cukup deras dan tinggi. Bahkan sudah masuk ke pemukiman.
’’Waktu itu ada 25 rumah yang terdampak. Ini banjir terparah. Sebelumnya tidak pernah banjir,’’ imbuhnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Sumberdaya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Sultoni, mengatakan, proyek tersebut merupakan kewenangan dari BBWS Jombang.
’’Itu proyeknya BBWS. Jadi kewenangan untuk perbaikan di BBWS,’’ ungkapnya.
Dinas PUPR hanya bisa memberikan laporan ke BBWS terkait adanya kerusakan plengsengan tersebut.
’’Kadang mereka (BBWS, Red) belum tahu karena keterbatasan personil. Jadi kami memberikan laporan apabila ada kerusakan,’’ bebernya.
Hanya saja, dirinya tidak bisa memastikan kapan realisasi perbaikannya. ’’Perbaikannya kapan kami juga tidak tahu. Kami hanya bisa melaporkan saja,’’ ucap Sultoni. (yan/jif/riz)
Editor : Achmad RW