RadarJombang.id – Lelang proyek konstruksi atau fisik milik Pemkab Jombang masih sepi.
Pasalnya, dari total 48 paket, hingga awal April 2025 baru satu paket yang sudah naik tender.
Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Jombang Joko Murcoyo mengakui, pada triwulan pertama ini, paket yang bakal dilelang masih sepi.
Sampai saat ini baru satu paket kegiatan kontruksi naik tender. Yakni pelebaran dan perbaikan ruas Ceweng-Kalianyar.
”Kemungkinan setelah Lebaran antara April dan Mei itu baru banyak yang masuk,” kata Joko kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Masih banyaknya paket proyek belum naik tender salah satunya karena penyusunan dokumen perencanaan belum tuntas. ”Ini yang lebih tahu PPK,” imbuh dia.
Dijelaskan, ketika paket sudah naik tender membutuhkan waktu sekitar satu bulan sudah ada pemenang tender. Dengan catatan, tahapannya tak ada yang molor.
”Jadi ketika penawarannya di atas 80 persen sampai evaluasi satu, dua dan tiga serta penentuan pemenang butuh waktu satu bulan, tetapi kalau ada molor bisa sampai 1,5 bulan,” ujar dia.
Biasanya tahapan evaluasi yang membutuhkan waktu lama. ”Karena evaluasi ini tahapan tidak baku, waktunya bisa maju dan mundur,” ujar Joko.
Sehingga, diprediksi hingga pertengahan tahun proses tender belum tuntas.
”Harapan kami secepatnya, supaya penyelesaian pekerjaan tidak sampai akhir tahun. Sehingga tidak terjadi penumpukkan di akhir tahun, malah ini yang jadi kurang baik,” tutur dia.
Dicontohkan, beberapa proyek yang dilelang dini, dokumen perencanaan sudah disusun sejak tahun lau. Sehingga bisa dilelang menjelang akhir 2024 lalu.
”Misalnya perencanaan di akhir tahun, maksimal Februari ini sudah masuk dan siap di-launching. Tetapi ini (penyusunan perencanaan) rata-rata tahun anggaran berjalan,” ujar Joko.
Terlebih bagi pekerjaan yang membutuhkan waktu hingga enam bulan. Ketika hingga pertengahan tahun tender belum rampung, diperkirakan berdampak ke pekerjaan.
”Selesainya bisa-bisa mepet akhir tahun,” kata Joko.
Pantauan di laman LPSE Jombang, ada enam paket sudah ditender. Masing-masing 3 paket dilelang dini pada Desember 2024 lalu.
Sisanya, 2 dua paket merupakan pengadaan jasa, dan 1 paket fisik atau konstruksi.
Tahun ini Pemkab Jombang memiliki 48 paket yang direncanakan akan dilelang. Alokasi anggarannya mencapai Rp 83,5 miliar. Menyebar di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD).
Rinciannya, 4 paket milik Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang dengan pagu anggaran Rp 7,4 miliar.
2 paket milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang dengan alokasi Rp 10,4 miliar.
2 paket milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang dengan pagu Rp 1,2 miliar.
1 paket milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Rp 7,8 miliar.
1 paket di Dinas Pertanian (Disperta) Jombang Rp 449 juta.
1 paket di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang Rp 1,8 miliar. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW