Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kondisi Pasar Cukir Jombang Semrawut, Pedagang Meluber ke Bahu Jalan Hingga Pengelolaan Parkir Tak Jelas

Ainul Hafidz • Selasa, 4 Maret 2025 | 15:55 WIB
SEMRAWUT: Kondisi Pasar Cukir yang tumpah di jalan provinsi di Desa Cukir, Kecamatan Diwek.
SEMRAWUT: Kondisi Pasar Cukir yang tumpah di jalan provinsi di Desa Cukir, Kecamatan Diwek.

Radarjombang.id - Kondisi pasar daerah di Jombang banyak yang semrawut.

Selain kondisi bangunan pasar yang tak reprsentatif, keberadaan pedagang pasar yang meluber ke jalan raya turut jadi problem.

Seperti yang terlihat di Pasar Cukir di Kecamatan Diwek  Senin (3/3) pagi. Terlihat aktivitas Pasar Cukir ramai pembeli.

Terlihat ada sejumlah kantong parkir pengunjung pasar yang sepertinya tidak dikelola pemerintah melainkan swasta.

Setidaknya terlihat dari tidak ada karcis. Untuk memasuki kawasan pasar, pengunjung memiliki beberapa akses.

Salah satu akses utama masuk ke pasar terlihat dipenuhi pedagang lesehan yang berjualan di atas jembatan akses masuk ke pasar. 

Tidak hanya itu, beberapa pedagang lainnya menggelar dagangannya di pinggiran jalan provinsi.

Mulai penjual daging ayam, sayuran, makanan ringan termasuk penjual buah-buahan.

Selain itu, tidak sedikit pedagang hewan ternak yang juga berjualan di pinggir jalan.

Selain lebih praktis, sebagian pedagang memilih berjualan di luar pasar karena banyak alasan.

”Barang yang saya jual tidak banyak, itupun tidak setiap hari. Jualan musiman saja ke sini,” kata Suhanto.

Selain pedagang tumpah hingga menempati bahu jalan, di Pasar Cukir juga minim lahan parkir. Sedikitnya dua titik lokasi parkir kendaraan roda dua saja.

Itupun lokasinya berada di pinggiran jalan raya. ”Yang mengelola itu warga sekitar sini, kalau tidak salah nggak ikut pasar.

Tanahnya milik PT KAI, di pasar ini belum punya lahan parkir,” kata Santoso salah seorang warga. Kondisi tak jauh berbeda di dalam pasar, tata letak lapak pedagang tak beraturan.

Sebagian kios dibiarkan lama tutup alias tak digunakan berjualan.

Banyaknya pedagang yang berjualan di bahu jalan serta lalu lalang orang keluar masuk ke pasar menjadikan arus lalu lintas jalan jurusan Jombang-Kediri tersendat. 

Sementara itu, Kades Cukir Sawung Agus mengakui, Pasar Cukir ramai ketika pagi hari.

”Pasar Cukir sekarang tambah maju, termasuk di pinggir jalan waktu pagi hari. Kadang ganggu lalu lintas,” kata Sawung.

Dia juga tak bisa berbuat banyak. Karena bukan menjadi kewenangan pihaknya.

Meski begitu, pemdes juga sudah berupaya membantu warga sekitar.

Membangun pasar di belakang area Pasar Cukir.

”Yang jualan di Pasar Cukir ini bukan hanya di warga sini saja, ada juga dari Kasembon dan sebagainya. Mereka langsung di jualan di situ,” ujar Sawung.

Data dihimpun, Pasar Cukir memiliki luas lahan sekira 6.840 M2 dengan luas bangunan 3.650 M2. Jumlah toko bedak sebanyak 391 unit dan los 299 unit.

Saat dikonformasi, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo melalui Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Yustinus Harrie Eko Prasetijo tak menampik kondisi Pasar Cukir masih semrawut.

Menurutnya, tahun ini pemkab berencana merehab sejumlah pasar, salah satunya Pasar Cukir. ”Rehab Pasar Cukir dialokasikan Rp 192 juta bersumber APBD 2025,” singkatnya. (fid/naz)

 

 

 

 

Editor : Achmad RW
#semrawut #Jombang #Pasar #cukir