Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pasar Peterongan Jombang Rusak, Gorong-Gorong Mampet Hingga Atap Bolong

Ainul Hafidz • Selasa, 25 Februari 2025 | 13:36 WIB
RUSAK: Salah seorang pedagang menunjukkan atap dan talang air Pasar Peterongan yang rusak, Senin (24/2).
RUSAK: Salah seorang pedagang menunjukkan atap dan talang air Pasar Peterongan yang rusak, Senin (24/2).

Radarjombang.id - Kondisi sejumlah pasar daerah di Jombang masih awut-awutan.

Di antaranya di Pasar Peterongan, atap dan talang air banyak yang rusak hingga saluran buang atau gorong-gorong untuk limbah yang mampet.

Sedikitnya 10 kios juga tutup tak lagi dihuni pedagang.

”Untuk infrastruktur, memang masih kurang. Terutama atapnya ini semrawut, banya yang rusak.

Berbanding terbalik dengan bangunan baru,” kata Abdul Wakhid salah seorang pedagang.

Atap pasar sebelah timur atau merupakan bangunan lama, banyak yang rusak. Mulai dari bolong hingga material sengnya pecah.

Kondisi itu didukung dengan talang air yang juga rusak.

”Talang airnya ini malah nggak karuan rusaknya, hampir setiap blok talangnya sekarang sudah tidak fungsi,” ujar Wakhid yang juga Koordinator Paguyuban Masyarakat Pasar Peterongan ini.

Akibatnya, ketika hujan turun, membuat air mengalir tak karuan. Kondisi atapnya sudah rusak mengakibatkan air mengalir ke jalan raya.

”Otomatis jalannya jadi becek, untung-untung ketika hujan turun siang hari di sini sudah mulai sepi. Soalnya di sini ramainya pukul 24.00-12.000,” imbuh Wakhid.

Di bagian tengah misalnya, karena kondisi atap yang rusak membuat pedagang berinisiatif sendiri.

Mulai dari memasang seng secara mandiri hingga paranit. Kondisi itu membuat pasar terlihat kumuh.

”Kedua gorong-gorong ada sebagian yang butuh perbaikan,” tutur dia.

Meski tak hafal jumlah keseluruhan kios, menurut Wakhid saat ini banyak kios yang tutup. Sedikitnya 10 kios ditinggal pedagang.

Beberapa di antaranya, bagian dalamnya ditumbuhi semak belukar. Ada juga yang menempel stiker dengan tulisan dijual.

”Yang kosong ini sebenarnya sudah lama, sejak 2002 itu banyak yang tidak berjualan, karena pasarnya mungkin sepi,” ujar Wakhid.

Selama ini pihaknya juga menyampaikan keluhan itu ke pemkab.

”Alhamdulillah tahun lalu dua blok atap sudah diperbaiki beserta talang air. Semoga yang lain juga diperbaiki supaya lebih rapi lagi,” kata Wakhid.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo melalui Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Yustinus Harris Eko Prasetijo mengakui, dari 16 pasar daerah yang menjadi kewenangan pemkab sebagian besar butuh penanganan.

Salah satunya di Pasar Peterongan.

”Jadi Pasar Peterongan tahun lalu sudah ada paket kegiatan rehabilitasi atap dan talang serta tempat pengelolaan limbah atau IPAL,” kata Harris.

Menurut dia, penanganan pasar daerah dilakukan penanganan secara perlahan. Alasannya, selain jumlah pasar daerah banyak, juga menyesuaikan anggaran.

”Apalagi tahun ini ada efisiensi anggaran, belum tahu apakah kena juga atau tidak,” imbuh dia.

Meski demikian, pihaknya terus berupaya melakukan pendataan ke lapangan. ”Jadi kemungkinan tahun ini rehab kecil-kecil saja,” kata Harris. (fid)

Editor : Achmad RW
#Jombang #rusak #pasar peterongan