RadarJombang.id - Sebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Jombang yang terus meningkat setiap harinya menjadi perhatian kalangan DPRD.
Dalam waktu dekat, Komisi B DPRD Jombang berencana memanggil Dinas Peternakan Jombang.
”Melihat kondisi saat ini semakin banyak sapi milik peternak yang terpapar PMK," ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang Ama Siswanto saat dikonfirmasi, Minggu (2/2).
Dirinya mengungkapkan, bahkan informasi yang ia dapat, tingkat penyebaran penyakit masih tinggi, di mana per harinya ditemukan rata-rata puluhan kasus baru.
”Saat ini kasusnya sudah mencapai ribuan ekor,” katanya.
Menurutnya, saat ini Kabupaten Jombang sudah masuk darurat PMK.
Sehingga harus segera diatasi secepatnya. ”Karena itu kami Minggu depan berencana memanggil dinas peternakan," bebernya.
Para wakil rakyat itu ingin mengetahui langkah-langkah apa yang dilakukan dinas untuk menekan bertambahnya kasus PMK di Jombang.
”Sebelumnya kasus di Jombang sudah nol kasus atau tidak ada. Tapi sekarang malah membludak,” katanya.
Pihaknya juga ingin mengetahui, sejauh mana vaksinasi yang sudah dilakukan dinas peternakan serta ketersediaan vaksin PMK yang dimiliki pemkab.
”Apakah sudah menyeluruh ke sapi peternak di Jombang, kalau memang belum ada vaksinnya segera melakukan kordinasi dengan pemerintah pusat," pungkasnya.(yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW