Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Penataan Pujasera Kebonrojo Jombang Jalan di Tempat, Ini Kendala Utamanya

Ainul Hafidz • Sabtu, 25 Januari 2025 | 14:34 WIB
Lapak kosong di Pujasera Kebonrojo Jombang yang kosong kini dibersihkan
Lapak kosong di Pujasera Kebonrojo Jombang yang kosong kini dibersihkan

RadarJombang.id – Upaya Pemkab Jombang melakukan penataan pedagang Pujasera (Pusat jajanan serba ada) Kebonrojo hingga kini jalan di tempat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang menyebut, beberapa pedagang kaki lima (PKL) mengajukan menempati pujasera.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Miftahul Ulum melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau M Amin Kurniawan menjelaskan, sejak dilakukan pembersihan 2024 lalu, sekarang ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan paguyuban pujasera.

”Karena begini, sebenarnya ada beberapa PKL yang minta untuk masuk ke dalam (pujasera), mereka sudah mengajukan permohonan ke kami,” kata Amin dikonfirmasi.

Pedagang yang dimaksud, yakni sebagian pedagang yang berjualan di sekitaran Taman Kebonrojo atau pinggir jalan dan mereka yang berjualan depan salah satu sekolah di Jl Kusuma Bangsa.

”Cuma sampai saat ini belum kami putuskan, karena harus bertemu dengan paguyuban (pujasera) dahulu,” imbuh dia.

Salah satunya, lanjut Amin, sebagian pedagang yang bertahan di pujasera menghendaki adanya penambahan lapak.

”Makanya kami harus bertemu dahulu untuk memastikan kapasitas yang kosong ini berapa,” ujar Amin.

Disinggung berapa pedagang yang mengajukan menempati Pujasera Kebonrojo, Amin belum berani memastikan.

”Belum sampai ke arah sana, karena kami butuh data lagi. Tapi, akan tetap kami tampung,” tutur dia.

Kendati begitu, ditarget awal bulan depan sudah ada keputusan. ”Awal Februari akan segera kami undang,” sambung Amin.

Baca Juga: Pemkab Jombang Maju Mundur Bersihkan Lapak Pujasera Kebonrojo

Beberapa pedagang mengajukan menempati pujasera, menurut Amin, karena beberapa alasan.

”Salah satunya karena di sekitaran Kebonrojo dan depan sekolah (Jl Kusuma Bangsa) kawasan atau zona merah,” kata Amin.

Sebelumnya, pusat jajanan serba ada (pujasera) Kebonrojo terancam mati. Ini setelah banyak pedagang meninggalkan tempat berjualan lantaran sepi pembeli.

Kondisi lapak-lapak yang sudah lama mangkrak menjadikan wajah pujasera semakin semrawut.

Kondisi pedagang Pejasera Kebonrojo semakin terjepit lantaran di sekeling Taman kebonrojo PKL semakin menjamur.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang bergerak menata pedagang Pujasera Kebonrojo.

DLH juga berkoordinasi dengan paguyupan PKL Kebonrojo. Terhadap pedagang yang tak lagi menempati lapaknya untuk berjualan, DLH memberikan waktu 14 hari terhitung sejak 30 Juli untuk membersihkan lapaknya atau kembali berjualan.

Di lokasi itu terdapat dua blok. Masing-masing Blok A 65 lapak dan blok B 55 lapak. Untuk Blok A ada 15 lapak kosong, dan 50 dipakai 39 pedagang.

Sedangkan Blok B terdapat 15 kios kosong dan 30 lapak dipakai 21 pedagang. (fid/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#pujasera #Jalan di tempat #Penataan #Jombang #kebonrojo