RadarJombang.id – Stok blangko KTP Eelektronik (KTP el) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jombang masih tetap kosong hingga Jumat (17/1).
Warga yang punya kepentingan untuk mencetak KTP-el kini diganti untuk menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau biodata yang ditanda tangani kepala dispendukcapil secara elektronik.
Kepala Dispendukcapil Jombang Masduqi Zakaria menyampaikan, hingga sekarang stok blanko KTP elektronik yang ada di dispendukcapil maupun kecamatan masih kosong.
”Ya masih kosong sejak Desember 2024 lalu,’’ ujar dia kepada jawa Pos Radar Jombang.
Ia mengatakan, pihaknya sudah berupaya mengajukan permintaan stok KTP-el ke pemerintah pusat.
Namun diakui, karena ada keterlambatan pengadaan dari Kemendagri maka harus menunggu.
”Kita terus komunikasi dengan pusat melalui provinsi,’’ tambahnya.
Meski begitu, warga yang membutuhkan KTP-el tidak perlu bingung. Mereka tetap dapat menggunakan KTP digital sebagai syarat mengurus administrasi.
Yakni menggunakan IKD yang dapat di akses lewat smartphone maupun biodata yang di tanda tangani secara elektronik.
”Untuk beberapa bank kemarin ada yang menerima IKD. Sedangkan untuk biodata itu kita sediakan rata-rata digunakan untuk mengurus syarat administrasi pengajuan pupuk,’’ terangnya.
Sementara itu, kekosongan blangko KTP-el yang sudah berlangsung lama sontak menuai keluhan warga.
Salah satunya diungkap Ayub, warga Peterongan. Ia mengaku kecewa dengan pelayanan saat datang ke dispendukcapil.
Ia mengaku, KTP-el tersebut diperlukan untuk mengurus berbagai urusan administrasi. Namun, saat datang ia kecewa karena blangko KTP-el kosong.
”Terpaksa harus kembali dan tidak tahu kapan akan kembali datang karena tidak ada pemberitahuan yang pasti,” ungkapnya.
Ayub mengungkapkan, petugas sempat menyarankan untuk membuat identitas kependudukan digital melalui smartphone.
Tetapi, bagi Ayub hal tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi yang ia harapkan.
”Kalau ditanya kecewa yah pasti. Saya datang ke sini malah blangko KTP-el-nya kosong,” ujar dia kemarin (17/1).
Menurutnnya, yang membuat kecewa adalah kurangnya sosialisasi yang dilakukan dispendukcapil terkait kosongnya stok blangko KTP-el.
Padahal, di era digital ini, dispendukcapil dapat mengumumkan lewat akun resmi media sosial maupun laman resmi di Pemkab Jombang.
”Saya harap segera diisi biar masyarakat yang datang ke sini tidak terlalu kecewa juga. Kalau blangkonya kosong nanti bagaimana masyarakat yang ingin mengurus? Apalagi saat ini semua administrasi membutuhkan KTP sebagai identitas,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelayanan pencetakan KTP-el untuk sementara mandek lantaran stok blangko KTP-el kosong.
Tidak hanya di kantor dispendukcapil, pelayanan pencetakan KTP-el di seluruh kantor kecamatan sementara juga berhenti lantaran stok blangko KTP-EL kosong.
Di Kecamatan Peterongan misalnya, Camat Peterongan Mohammad Eryk Arif mengakui, sudah satu minggu ini blangko KTP-el kosong.
Sehingga pihaknya sementara tidak bisa melayani pencetakan KTP-el. ”Memang dari capilnya sudah kosong,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/12/2024).
Baca Juga: Konsultasi Kekurangan Blanko e-KTP, Pimpinan DPRD Jombang Kunjungi Ditjen Dukcapil di Kemendagri
Dirinya mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pengajuan akan tetapi masih belum ada kabar dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jombang. ”Infonya stoknya masih belum ada," bebernya.
Hal senada juga disampaikan Camat Kabuh Anjik Eko Saputro. Ia mengatakan, sudah beberapa minggu terakhir ini blanko KTP-el di wilayahya habis.
”Ya, sama kondisinya hampir di seluruh kecamatan Jombang. Karena memang di capilnya juga stoknya habis,” tegasnya.
Sehingga, sementara untuk menyiasati tentang pengganti KTP belum selesai warga diberi surat blangko yang berisi biodata digunakan untuk keperluan KTP sementara. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW