Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Konsep Dua Lantai Ditolak Pedagang, Pemkab Jombang Minta Izin Pemprov Jatim Kaji Ulang Desain Rehab Pasar Ploso

Achmad RW • Jumat, 17 Januari 2025 | 12:51 WIB
Kondisi Pasar Ploso Jombang yang tak jadi direhab tahun 2024 karena faktor anggaran
Kondisi Pasar Ploso Jombang yang tak jadi direhab tahun 2024 karena faktor anggaran

RadarJombang.id - Revitalisasi dan rehab di Pasar Ploso Jombang ditolak para pedagang dengan alasan desain dua lantai yang dinilai akan merugikan.

Merepons itu, Pemkab Jombang tengah mengebut pengajuan izin pemanfaatan dana bantuan keuangan khusus (BKK) Pemprov Jatim untuk rehab Pasar Ploso.

Selain itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang juga berkonsultasi kepada tim anggaran pemprov terkait kemungkinan merubah desain rehab pasar yang semula diajukan dua lantai diubah menjadi satu lantai.

”Selain permohonan penggunaan dana BK, kita juga konsultasi kepada tim anggaran Pemprov Jatim, barangkali boleh ada perubahan detail bangunan yang semula direncanakan dua lantai menjadi satu lantai,” ungkap Kabid Sarana Perdagangan dan Bapokting Disdagrin Jombang Yustinus Haris Eko Prasetijo.

Selain masukan dari para pedagang, keinginan mengubah rencana desain bangunan dari yang semua dua lantai diubah menjadi satu lantai juga melihat hasil evaluasi rehab Pasar perak.

Di mana sebagian besar pedagang enggan menempati lapak di lantai dua.

”Rencana awal kan bertingkat, namun masyarakat kan kurang berkenan jadi barangkali desainnya nanti apakah bisa dibuat tidak bertingkat,” lanjutnya.

Selain itu, kegiatan rehab bangunan Pasar Ploso tahun ini tidak menyeluruh, hanya sebagian gedung saja.

”Di Ploso ini kan sekitar ¼ saja yang rencana akan dikerjakan tahun ini,” singkat Haris.

Sebelumnya, rencana pemkab merehab bangunan Pasar Ploso mendapat penolakan dari para pedagang.

Selain konsep bangunan yang nantinya diubah menjadi dua lantai, para pedagang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Ploso (Hippas) khawatir bernasib sama dengan pedagang Pasar Perak.

Baca Juga: Penampungan Selesai Dibangun, Pedagang Pasar Ploso Jombang Harus Bersiap Dipindah

”Sejak awal atau sebelum adanya pembangunan, kami menolak (revitalisasi bangunan pasar) dan tidak mau,” tegas Sekretaris Hiippas M Maryanto, Rabu (15/1).

Alasannya, lanjut Maryanto, sudah jelas yang diinginkan pedagang adalah renovasi pasar. Bukan membongkar total dan membangun ulang bangunan pasar. Terlebih konsepnya bakal dibangun dua lantai yang memicu persoalan.

”Pertama, teman-teman akan ditempatkan di lantai atas, sedangkan pembangunan ini tidak menyeluruh. Kalau konsepnya pasar modern kenapa ukuran kios malah diperkecil. Kedua, lapak yang akan dibongkar ada 94 kios, tetapi nanti yang dibangun 170, terus sisanya ini untuk siapa,” ujar dia.

Dikatakan, pascamengirim surat ke pemkab, pihak DPRD Jombang juga turut menindaklanjuti.

”Kami pernah diajak hearing dengan dewan dan sudah ditindaklanjuti (meninjau) ke pasar dan lapangan Bawangan,” tutur Maryanto.

Tidak hanya itu, pedagang Pasar Ploso juga sudah pernah survei ke Pasar Perak. Mereka tak ingin bernasib sama dengan pedagang Pasar Perak.

”Pemerintah jangan terlalu memaksa. Kaji lagi dan melihat kondisi di lapangan. Mana yang dibutuhkan pedagang, jangan asal bangun, lalu meninggalkan persoalan baru,” tandasnya.

Disinggung terkait pembangunan lapak sementara pedagang Pasar Ploso yang nantinya terdampak proyek revitalisasi pasar sudah rampung tahun lalu, ia menyebut hingga kini belum ada pertemuan membahas terkait rencana relokasi pedagang.

”Kalau sosialisasi ke pedagang soal bangunan di lapangan Bawangan sampai sekarang belum ada,” kata Maryanto. (riz/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#revitalisasi #pasar ploso #desain #izin #Jombang #Pemkab #Ubah #pemprov jatim