RadarJombang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak.
Salah satunya, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Upaya yang dilakukan sukses sehingga realisasi tahun 2024 berhasil melampaui target.
Agar realisasi tahun 2025 ini juga melampaui target, Bapenda menggelar rapat koordinasi dan sudah melaunching PBB P2 2025 di Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (13/1).
Rapat koordinasi dan launching SPPT PBB-P2 2025 dihadiri perwakilan Forkopimda, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Ketua DPRD Kabupaten Jombang Hadi Atmaji, staf ahli, asisten, kepala OPD terkait pimpinan Bank Jatim, dan kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang.
Hadir juga Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), camat, kepala desa atau lurah beserta sekretaris desa.
Kepala Bapenda Jombang, Hartono SSos MM, menyampaikan, melalui kegiatan ini diharapkan PBB-P2 bisa melampaui target.
Tahun ini, target penerimaan PBB-P2 sebesar Rp 55.000.000.000. ’’Untuk jumlah SPPT 748.008,’’ kata Hartono.
Untuk teknis pembayaran PBB-P2, melalui aplikasi Pasti Bayar, bisa diakses sekretaris desa setelah username dan password diberikan.
’’Pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai platform seperti QRIS, Tokopedia, Indomaret dan Bank Jatim. Pembayaran PBB-P2 melalui seluruh kanal pembayaran akan dibuka pada Kamis (16/01),’’ terangnya.
Bapenda juga melaunching Layar Jebol (layanan pembayaran jemput bola). Pelaksanaannya dimulai 4 sampai 28 Februari 2025 di 21 kecamatan.
’’Layar Jebol mencakup pembayaran pajak daerah, layanan informasi wajib pajak, dan lain sebagainya,’’ imbuhnya.
Dengan adanya Layar Jebol, akan semakin mendekatkan pelayanan pajak daerah, khususnya dalam pendaftaran dan pembayaran pajak daerah.
’’Sekaligus optimalisasi penerimaan daerah dapat tercapai secara maksimal,’’ tegasnya. (yan/jif/riz)
Editor : Achmad RW