RadarJombang.id – Mengawali 2025, stok blangko KTP-elektronik (KTP-el) di Jombang kosong.
Warga yang melakukan permohonan KTP el untuk sementara ini hanya mendapat biodata sementara dari kertas HVS.
Salah satunya diungkapkan HM warga dari kabupaten lain yang baru saja pindah ke Kabupaten Jombang dan sedang mengurus KTP el.
Dia sudah mengurus segala syarat administrasi pindah domisili.
”Dokumen pindah dari sana sudah selesai, tinggal cetak dokumen kependudukan di Jombang saja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang, Minggu (5/1).
Perjalanannya, khusus dokumen KTP-el dia mendapat biodata sementara.
”Karena blangko KTP-el kosong, dikasih biodata sementara dari kertas HVS satu halaman,” imbuh dia.
Dijelaskan, dalam proses pindah kependudukan itu sebelumnya sudah bertanya ke pemerintahan desa.
”Jadi, waktu itu sudah tanya ke desa, karena pindah domisili antarkabupaten itu ngurusnya di kantor dispendukcapil langsung. Kecuali antarkecamatan, bisa di desa,” ujar dia.
Karena itu, dia mengurus seluruh data kependudukannya ke kantor Dispendukcapil Jombang. ”Sudah dapat KK asli, hanya e-KTP yang belum,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jombang Masduqi Zakaria tak membantah, hingga awal 2025 blangko KTP-el kosong.
”Sampai hari ini (kemarin) masih kosong,” kata Masduqi dikonfirmasi.
Kekosongan blangko, menurut Masduqi, sudah berlangsung sejak pertengahan Desember 2024 lalu.
”Sejak pertengahan Desember sampai sekarang nol, tidak ada cetak e-KTP lagi,” imbuh dia.
Sebagai gantinya, lanjut Masduqi, pihaknya memberikan biodata sementara. Dalam bentuk kertas HVS satu halaman.
”Sekarang dikasih biodata sementara, jadi bukan surat keterangan (suket), karena untuk menerbitkan itu sudah tidak bisa, datanya sudah dikunci. Dari kertas HVS satu halaman,” tutur Masduqi.
(fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW