RadarJombang.id – Hasil seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Kemenag periode pertama tahun 2024 telah diumumkan Rabu (1/1).
Seluruh peserta asal Jombang tetap ditempatkan di Kabupaten Jombang.
Terkait jumlah yang dinyatakan lolos, Kemenag Jombang masih melakukan pendataan dari pelaporan seluruh madrasah dan KUA.
’’Kami masih belum bisa memastikan dari 602 peserta seleksi berapa yang lolos. Kita masih menunggu laporan dari madrasah-madrasah,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir, (3/1).
Dia mengaku telah menerima nama-nama yang lolos dari Panitia Seleksi Nasional Pengadaan ASN tahun 2024.
Tapi karena jumlahnya yang terlalu banyak, membutuhkan waktu untuk melakukan perekapan.
’’Itu se-nasional, butuh waktu untuk pendataan, sementara kami juga sudah koordinasi dengan madrasah-madrasah untuk melaporkan ke kami, berapa yang lolos, dan berapa yang tidak lolos,’’ ungkapnya.
Pendaftar PPPK dari Jombang seluruhnya ditempatkan di Kabupaten Jombang.
’’Sekarang banyak yang ditempatkan di satuan kerja asal, tentu ini lebih menggembirakan,’’ ucapnya.
Total ada 602 pelamar yang lolos seleksi administrasi. Seluruhnya mengikuti seleksi kompetensi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Tes itu, meliputi kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, dan wawancara. Serta tes moderasi beragama berbasis CAT Kementerian Agama.
Budi Setiadi, salah satu guru MAN 4 Jombang yang lulus seleksi setelah 16 tahun menjadi guru honorer.
Ia sebelumnya bekerja di perusahaan dengan gaji yang cukup tinggi. Dia memilih keluar atas permintaan ibunya.
Setelah melamar di lebih dari 50 sekolah, dia diterima di salah satu SMP di Jombang. Gaji pertamanya Rp 50 ribu.
Dia pindah dari satu sekolah ke sekolah lain. ’’Sampai tabungan saya selama di kerja di perusahaan habis dipakai untuk biaya hidup,’’ ucap Budi.
Pada 2010 setelah menikah dengan gaji honorer yang pas-pasan, ia mencoba peruntungan di bidang wirausaha souvenir. Usahanya berkembang pesat dan berjalan sampai sekarang.
Ia pernah lima kali mengikuti seleksi calon ASN selama menjadi guru honorer. Muridnya pun ada yang lebih dulu jadi ASN baik PPPK maupun PNS.
’’Ketika saya gencar mencari, rezeki tidak datang, tapi saat saya dititik pasrah, rezeki itu datang sendiri dengan mudah,’’ ungkapnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW