RadarJombang.id - Kegiatan aksi menanam pohon bersama juga dilakukan DLH Jombang di Wonosalam sebagai upaya perlindungan mata air dan lahan kritis.
Kepala DLH Jombang, Miftahul Ulum, menyampaikan, kegiatan aksi tanam pohon ini sejalan dengan Program Permata (Perlindungan Mata Air dan Hutan) yang ada di Desa Carangwulung.
’’Program ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan penanaman pohon yang bertujuan untuk perlindungan mata air dan lahan kritis,’’ katanya melalui Kepala Bidang Konservasi Lingkungan, Lilik Purwati ST MM.
Upaya menanam pohon jenis apapun merupakan langkah untuk menjaga daya dukung alam dan lingkungan sebagai sedekah oksigen bagi dunia.
Jumlah oksigen yang dihasilkan oleh satu pohon bervariasi tergantung pada jenis, usia, ukuran, dan kesehatan pohon.
Rata-rata, satu pohon dapat menghasilkan sekitar 1,2 kilogram oksigen per hari.
’’Dengan bersedekah 2.450 pohon berarti Jombang telah bersedekah paling sedikit 2.940 kg oksigen per hari dan menjadi langkah awal untuk mewujudkan tahun 2060 net zero emission,’’ paparnya.
Semua pihak diharapkan dapat berperan serta dalam menciptakan ekosistem yang sehat dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Hari menanam pohon Indonesia lebih dari sekadar hari peringatan.
’Ini adalah panggilan untuk seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, swasta, maupun individu, untuk berkolaborasi dalam merawat bumi.
"Setiap orang, dari yang muda hingga yang tua, dapat berkontribusi dengan cara menanam pohon di lingkungan sekitar mereka, serta menjaga dan merawat pohon yang sudah ada,’’ tegasnya. (ang/jif/riz)
Editor : Achmad RW