Radarjombang.id - Sepanjang Jl Kabuh-Tapen minim penerangan. Menyusul sepanjang jalan belum dilengkapi PJU.
Sementara ini hanya masing-masing ujung jalan sudah terpasang penerangan.
Yakni di perempatan Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh dan Desa Tapen, Kecamatan Kudu.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Budi Winarno mengakui, sepanjang ruas jalan itu atau 9,3 kilometer saat ini masih belum terpasang PJU.
”Jadi kami tahun ini hanya mendirikan PJU lama saja yang terkena pelebaran kemarin, belum ada pembangunan lanjutan,” katanya dikonfirmasi.
Untuk saat ini, lanjut Budi, yang terpasang juga terbatas. Hanya berada di ujung ruas jalan. ”Hanya di Pasar Tapen dan perempatan Kabuh saja, lainnya belum ada,” imbuh dia.
Direncanakan, tahun depan bakal ada penanganan.
Namun, tak sepanjang ruas hanya sekira 1 kilometer saja menyambung di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh.
”Tahun depan rencana ada 25 titik, anggarannya sekitar Rp 200 juta,” ujar dia.
Menurut dia, pemasangan penerangan di ruas jalan itu dilakukan secara bertahap. Alasannya, karena menyesuaikan anggaran.
”Pertama ruasnya panjang, sehingga pembangunan PJU bertahap,” tutur Budi.
Diakui, jalan itu direncanakan menjadi ruas penopang kawasan industri (KI) utara Sungai Brantas.
Namun, sementara ini akses utama menuju kawasan itu juga masih berproses.
”Jadi sekalian menunggu jalan kawasan industri dibangun, beberapa jembatan (Kabuh-Tapen) informasinya mau diusulkan untuk dilebarkan,” kata Budi.
Data dihimpun, dalam dua bulan terakhir sedikitnya dua insiden kecelakaan di ruas Jl Kabuh-Tapen terjadi ketika malam hari.
Pertama, kecelakaan maut melibatkan truk tebu dan motor di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Sabtu (5/10) malam.
Dua pemotor tewas dalam insiden itu. Kedua, seorang pemotor tewas lantaran tersangkut kabel internet yang putus dan melintang di tengah jalan, Senin (18/11). (fid/naz)
Editor : Achmad RW