Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

146 Desa Dinyatakan Rawan Bencana, Ini Langkah Antisipasi Dari Pemkab Jombang

Wenny Rosalina • Rabu, 13 November 2024 | 13:54 WIB
Pj Bupati Jombang Dr Teguh Narutomo memimpin rapat koordinasi untuk menghadapi bencana hidrometeorologi lintas sektor, Selasa (5/11).
Pj Bupati Jombang Dr Teguh Narutomo memimpin rapat koordinasi untuk menghadapi bencana hidrometeorologi lintas sektor, Selasa (5/11).

RadarJombang.id – Memasuki musim hujan, Pj Bupati Jombang Dr Teguh Narutomo meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Utamanya pada 146 desa yang masuk dalam kategori rawan bencana.

’’Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, ada 146 desa yang tersebar di 21 kecamatan masuk kategori rawan bencana,’’ kata Teguh.

Guna meningkatkan kesiapsiagaan, Teguh menggelar rapat koordinasi untuk menghadapi bencana hidrometeorologi lintas sektor, pada Selasa (5/11).

Sebanyak 146 desa yang berpotensi rawan bencana tersebar di 21 kecamatan.

Di antaranya, di Kecamatan Perak ada tujuh desa.  Kecamatan Gudo enam desa. Ngoro tiga desa. Bareng lima desa.

Wonosalam tujuh desa. Mojoagung tujuh desa. Mojowarno dua desa. Diwek 18 desa. Serta desa lainnya yang tersebar di 21 kecamatan.

 ’’146 desa itu adalah risiko tinggi,’’ ungkapnya.

Ia berharap, masyarakat meningkatkan kewaspadaan, sejalan dengan ditetapkannya potensi rawan bencana.

Apalagi seiring datangnya musim hujan tentu harus menjadi perhatian serius bagi masyarakat.

Sementara, itu Plt Kalaksa BPBD Jombang, Wikko F Diaz, mengatakan, sebagai upaya antisipasi, pemkab juga membahas beberapa hal bersama stakeholder terkait.

Mulai kesiapan program, alokasi anggaran, dukungan personel dan lain-lain.

Baca Juga: Dari Badai, Gempa dan Banjir Besar, Inilah Bencana Alam yang Tercatat Sejak Era Kolonial di Jombang

’’Untuk mempersiapkan segala sesuatu kita juga telah mempersiapkan beberapa hal. Mulai dari sisi kesiapan program, alokasi anggaran, dan personel baik yang sudah ada di BPBD, kecamatan, Forkopimda dan relawan yang terlibat,’’ katanya. 

Secara teknis, pihaknya akan melakukan dua persiapan untuk meminimalisir potensi bencana.

Pertama, persiapan preventif misalnya dengan cara keja bakti, latihan simulasi dan maupun penetapan rumah huni di daerah berisiko bencana.

’’Kedua, persiapan ketika nanti pascabencana. Mulai mengatur personel, dan penanganan pascabencana itu,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#antisipasi #Jombang #Pemkab #Rawan bencana #Desa