Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Penataannya Kacau, Komisi B DPRD Jombang Sebut Bakal Cek Kondisi Pasar Perak

Azmy endiyana Zuhri • Rabu, 13 November 2024 | 13:26 WIB
Kondisi lantai 2 Pasar Perak Jombang yang tetap sepi dan beberapa kiosnya masih tersegel
Kondisi lantai 2 Pasar Perak Jombang yang tetap sepi dan beberapa kiosnya masih tersegel

RadarJombang.id – Sengkarut pedagang Pasar Perak Jombang hingga kini belum terselesaikan.

Meski sudah diperingati sebelumnya, para pedagang khususnya pedagang lantai dua Pasar Perak tetap enggan menempati lapaknya, sebaliknya mereka memilih berjualan di emperan jalan.

Menyikapi permasalahan ini, Komisi B DPRD Jombang segera mengecek secara langsung ke lokasi.

”Kami tidak tahu kondisi pastinya seperti apa di sana (Pasar Perak, Red),” ujar Ketua Komisi B DPRD Jombang Anas Burhani saat dikonfirmasi kemarin.

Hanya saja, lanjut Anas, pada saat hearing pihaknya sempat menanyakan kondisi Pasar Perak ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang.

”Kami mengetahui dari media Pasar Perak mulai ditinggalkan pedagang dan pembangunan kemarin banyak yang sudah mulai rusak-rusak. Jadi kami tanyakan ke dinas,” bebernya.

Informasi dari dinas terkait memang Pasar Perak mulai ditinggalkan pedagang dan memilih berjualan di pinngir jalan.

”Tapi kami tidak mendapatkan alasan yang jelas. Sehingga kita agendakan dalam waktu dekat untuk turun ke lapangan,” tegasnya.

Para wakil rakyat itu ingin mengetahui secara langsung alasan pedagang kenapa para pedagang di lantai dua pasar tidak mau menempati.

”Kami juga ingin tahu kondisi bangunannya seperti apa,” imbuhnya.

Menurutnya, penataan pasar ini harus dilakukan dengan serius. Sehingga, pembangunan pasar ini bisa bermanfaat untuk pedagang maupun pembeli.

”Tentunya pasar ini harus meningkatkan perekonomian masyarakat dan PAD tentunya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, Suwignyo, mengakui, banyaknya kios yang tutup bakal berdampak ke sektor PAD.

’’Dengan kondisi seperti itu otomatis PAD juga akan turun,’’ katanya, kemarin.

Pendapatan dari pasar selama ini bersumber dari retribusi. Data yang dia kantongi, tahun lalu sumbangsih dari Pasar Perak dalam setahun Rp 231.398.665.

’’Rata-rata Rp 12.283.222 per bulan,’’ imbuhnya.

Meski begitu, Suwignyo belum berani menaksir berapa turunnya pendapatan dari Pasar Perak.

’’Yang jelas sampai sekarang di sana (Pasar Perak) atau di semua pasar tetap pakai retribusi,’’ ucapnya.

Tidak ada perbedaan nilai retribusi untuk semua kios. Pihaknya sampai saat ini terus berupaya melakukan pendekatan agar pedagang yang berjualan di pinggir jalan kembali menempati lapak dan kiosnya.

Meski sebelumnya sudah dilakukan penyegelan 57 kios. ’’Untuk Pasar Perak kami persuasif lagi. Sekarang kami belum ada action, karena mendekati pilkada, jadi menjaga kondusifitas,’’ tuturnya. (yan/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#kacau #komisi b #pasar perak #cek lokasi #Penataan #Jombang