Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Geger, Debat Perdana Pilkada Bojonegoro Dihentikan, Paslon Diduga Menyalahi Aturan

Magang • Rabu, 23 Oktober 2024 | 00:49 WIB
Debat pertama Pilkada Bojonegoro berujung ricuh hingga akhirnya dihentikan KPU
Debat pertama Pilkada Bojonegoro berujung ricuh hingga akhirnya dihentikan KPU

RadarJombang.id - Debat publik perdana calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Bojonegoro yang digelar KPU Bojonegoro pada Sabtu malam tiba-tiba diberhentikan usai terjadi kericuhan.

Kericuhan tersebut disebabkan oleh cabup dan cawabup nomor urut 1 yang menyalahi aturan debat pada malam itu.

Hal itu akhirnya membuat Pihak KPU Bojonegoro tidak melanjutkan acara tersebut.

Kabupaten Bojonegoro memiliki 2 pasangan calon bupati dan calon wakil bupati untuk periode mendatang.

Paslon nomor urut 1 Teguh Haryono-Farida Hidayati dan paslon nomor urut 2 Setyo Wahono-Nurul Azizah.

KPU Bojonegoro menggelar acara debat publik cabup dan cawabup Kabupaten Bojonegoro perdana pada Sabtu (19/10).

Debat tersebut dikhususkan antar calon wakil bupati dengan tema “Tema Kelola Lahan dan Sumber Daya Alam yang Berkeadilan” yang disiarkan secara live streaming di YouTube KPU Bojonegoro agar semua masyarakat Bojonegoro mengetahui visi-misi dari masing-masing paslon.

Acara debat awalnya berjalan dengan lancar dan khidmat. Namun saat diberi kesempatan menjawab, Farida Hidayati malah menyalahi aturan debat yang diberlakukan.

Farida, saat itu justru mempersilahkan pasangan calon bupatinya, Teguh Haryono, untuk mendampinginya di atas panggung.

Menurutnya, hal itu sah dilakukan sesuai dengan keputusan KPU No 1363 dan SK KPU Bojonegoro No 1529.

“Untuk itu, kami satu kesatuan calon bupati dan calon wakil bupati adalah satu kesatuan, maka saya memanggil pasangan saya. Beliau garda terdepan pemenangan bupati Bojonegoro Teguh Haryono,” ucap Farida.

Baca Juga: Pendukung Paslon yang Hadir Dalam Debat Perdana Pilbup Jombang 2024 Dibatasi 100 Orang Saja

Calon bupati Teguh Haryono langsung maju ke panggung dan mengambil mic untuk mengenalkan diri.

Sang moderator sudah berusaha menghentikan aksi calon bupati Teguh Haryono namun dihiraukan dan terus mengenalkan dirinya.

“Permisi, mohon interupsi. Bapak mohon izin. Mohon maaf bapak, interupsi. Debat tidak bisa kita lanjutkan sampai Bapak Ir Teguh Haryono MBA turun dari panggung,” ucap moderator.

Sedangkan dari pihak lawan tidak terima dengan hal tersebut langsung protes.

Menurutnya apa yang dilakukan Farida sudah menyalahi aturan debat yang ditetapkan KPU sebelumnya.

Kondisi semakin ricuh dan tidak kondusif, sang moderator berkali-kali berusaha menenangkan.

“Mohon tenang hadirin, mohon tenang. Mohon izin bapak, sesuai dengan ketentuan, mohon izin bapak,” jelas moderator berkali-kali.

Pihak KPU Bojonegoro langsung menghentikan acara debat tersebut.

“Mohon maaf, sesuai dengan keputusan KPU, debat tidak dapat dilanjutkan,” tutup moderator.

Hal tersebut mengundang kemarahan Teguh Haryono hingga ia berteriak.

“Apakah salah saya berdiri di sini? Peraturan mana yang saya langgar?,” teriak Teguh.

Ketua KPU Kabupaten Bojonegoro, Robby Adi Perwira, menyampaikan permohonan maaf atas diberhentikannya debat secara tiba-tiba karena suasana tidak kondusif.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya acara pada malam hari ini akan saya hentikan,” ucapnya.

(Oxta Enggar Pratiwi)

 

Editor : Achmad RW
#bojonegoro #pilkada #KPU #debat #dihentikan