RadarJombang.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang sukses menggelar debat pertama pasangan calon bupati/wakil bupati Jombang 2024.
Kegiatan yang bertempat di Hotel Yusro Hotel Jombang berjalan lancar tanpa kendala, Sabtu (19/10) malam.
Kegiatan debat pertama turut dihari Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo dan jajaran Forkopimda Jombang lainnya.
Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) Eka Wisnu Wardhana, unsur penyelenggara lainnya serta para tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat juga hadir.
Paslon nomor urut 1 Mundjidah Wahab-Sumrambah tampak serasi mengenakan pakaian Jombang Deles.
Sedangkan, paslon nomor urut 2 Warsubi-Salman tampak mengenakan setelan biru hitam lengkap dengan peci hitam.
Selain tamu undangan, tampak pengiring dan ketua partai politik pengusung masing-masing paslon juga terlihat hadir memeriahkan acara.
Kegiatan debat juga menghadirkan lima anggota panelis dari kalangan akademisi dan profesional.
Masing-masing Prof Kacung Maridjan Wakil Rektor 1 Universitas NU Surabaya yang juga guru besar Universitas Airlangga (Unair), Irfan Wahyudi dari Unair, Ainur Rofiq dosen Universitas Brawijaya, dr Ikwan Setiawan Budayawan sekaligus akademisi dari Universitas Jember, dan M Kholid Mawardi.
Ketua KPU Jombang Ahmad Udi Masjkur mengatakan, kegiatan debat pertama pasangan calon bupati/wakil bupati Jombang 2024 diadakan untuk menambah informasi dan wawasan kepada masyarakat Jombang.
”Debat publik ini bagian dari upaya kami sebagaimana diamanahkan dalam ketentuan Nomor 6/2020 serta Peraturan KPU Nomor 13/2024 di mana harus menyelenggarakan debat publik sebagai perwujudkan untuk memfasilitasi pasangan calon agar bisa berinteraksi dan memberikan informasi seluas mungkin kepada masyarakat berkaitan dengan program serta visi dan misi,” ujar dia.
Udi Masjkur berharap, kegiatan debat pertama pasangan calon bupati/wakil bupati Jombang 2024 menjadi ajang edukasi bagi masyarakat Jombang.
”Harapan kami ini menjadi forum yang khidmat, berkualitas dan tentunya KPU butuh partisipasi multipihak di masyrakat untuk mewujudkan pilkada yang demokratis,” tambahnya.
Debat pertama itu, lanjut Udi, fokus di tiga isu utama. Masing-masing ekonomi, pendidikan, dan pembangunan yang di mana menjadi harapan dan tumpuan masyarakat Jombang.
”Selamat beradu gagasan, selamat menawarkan visi dan misi dan program masyarakat di Jombang,” pungkasnya.
Dalam debat pertama yang digelar Sabtu (19/10) malam itu, tampak kedua paslon berhasil menjawab semua pertanyaan yang disampaikan panelis.
Seperti pertanyaan yang disampaikan Prof Kacung Marjidjan terkait harga komoditas pertanian dan perkebunan yang cenderung mengalami penurunan saat panen raya. Hal itu, disebut merugian petani.
”Upaya apa yang dilakukan paslon agar harga komoditas pertanian dan perkebunan tetap terjaga ketika panen raya?,” tanya Prof Kacung Marjidjan saat menyampaikan pertanyaan.
Dalam kesempatan itu, paslon nomor urut 1 Mundjidah wahab-Sumrambah menyampaikan, harga jual pangan/pertanian menurun saat panen raya memang sering terjadi.
Namun, di masa kepemimpinannya khususnya tahun 2022-2024 hal itu tidak terjadi. Sebab, harga jual gabah kering relatif tinggi di atas Rp 6.500 per kg.
”Problem utamanya kalau dulu petani punya sesek, punya terpal dan lantai jemur. Sehingga ini yang menjadi satu titik penyebab pangan kita sangat tergantung pada pasar, ketika pasar membeli maka harga komoditas pasti akan jatuh,” ujar Sumrambah didampingi Mundjidah.
Untuk itu, salah satu solusi yang ditawarkan pasangan Murah adalah memfasilitasi infrasruktur pascapertanian.
”Kita sudah mencoba melakukan yang namanya makmur, memfasilitasi petani kembali berkelompok, kembali bersama, kemudian mereka terfasilitasi perbankan, dan yang terpenting terfasilitasi Offtaker. Dengan begitu ada gairah langsung antara direct offtaker dengan petani,” ujar dia.
Sementara itu, paslon nomor urut 2 Warsubi-Salman menyampaikan Kabupaten Jombang adalah lumbung pangan adalah Jatim.
Baca Juga: Surat Suara Pilbup Jombang 2024 Mulai Dicetak, Ini Bentuk dan Gambarnya
”Kita harus memberikan edukasi kepada masyarakat, setiap panen raya harga hasil panen pasti murah. Dan ini harus ada tata kelola yang baik termasuk memberikan bantuan resi gudang agar tidak dijual langsung ke tengkulak biar harga panen tidak murah. Selain itu, perlu adanya asuransi bagi petani untuk menjamin keberlangsungan petani agar hasilnya baik dan meningkatkan produktivitasnya,” ujar Warsubi.
Warsubi menambahkan, petani juga perlu diberikan kredit mikro yang kuat. Sehingga saat mengerjakan musim tanam bisa punya modal.
”Selain itu, juga perlu ada lumbung padi di tingkat dusun/desa dan juga perlu ada dana talangan bagi petani guna membantu agar hasil pertanian maksimal,” pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW