Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Belum Fix, Pemkab Minta Harga Pengelolaan Lahan Parkir 3 RTH di Jombang Diappraisal Ulang

Ainul Hafidz • Rabu, 16 Oktober 2024 | 15:01 WIB
Kondisi parkir di RTH Mojoagung dan sejumlah RTH lain di Jombang yang kini tengah disusun appraisalnya
Kondisi parkir di RTH Mojoagung dan sejumlah RTH lain di Jombang yang kini tengah disusun appraisalnya

RadarJombang.id – Appraisal atau penilaian lahan parkir di tiga ruang terbuka hijau (RTH) memasuki babak baru.

KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik) sudah mempresentasikan hasil appraisal lahan parkir tiga RTH ke Pemkab Jombang pada Senin (14/10) lalu.

Namum, Pemkab Jombang meminta dilakukan appraisal ulang dengan metode penilaian yang berbeda.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang M Nashrulloh mengatakan, presentasi hasil appraisal lahan parkir tiga RTH sudah dilakukan, Senin (14/10).

Tiga RTH itu masing-masing RTH Kebonrojo, Kebonratu dan Taman Mojoagung.

Selain pihaknya, dalam forum itu juga dihadiri Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang selaku pemilik kewenangan aset tiga RTH.

”Kami masih belum menyepakati dengan metode yang dipergunakan KJPP, teman-teman DLH minta agar dihitung ulang dengan metode pendapatan,” kata Nashrulloh kepada Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (15/10).

Dijelaskan, appraisal yang dilakukan pihak konsultan itu menggunakan nilai pasar tanah. Sementara, DLH meminta metode yang dipergunakan dari sisi pendapatan.

”Sehingga sekarang masih dilakukan survei ulang untuk mendapat data dukung, artinya ada tambahan data dari metode yang diharapkan teman-teman DLH,” imbuh dia.

Karena dalam penilaian itu ada banyak hal yang harus dipertimbangan sebagai penentuan tarif sewa atau nilai jual.

”Karena SOP begitu, konsultan harus presentasi dahulu. Kami memang sudah ada tim teknis, tetapi tetap melakukan fungsi controlling,” ujar Nashrulloh.

Meski pihak konsultan, lanjut dia, sudah melakukan penilaian, pihaknya tetap melakukan penyeimbang.

”Jadi kami istilahnya tidak pasrah bongkokan, tetap kita cermati. Apakah terlalu mahal atau terlalu murah,” tutur dia.

Kendati tak disebutkan hasil appraisal itu, menurut Nashrulloh, ketika nilai atau besaran terlalu mahal ataupun murah bakal berdampak signifikan.

”Ketika terlalu mahal tidak ada yang minat, begitu juga terlalu murah tidak prospek dengan pendapatan daerah,” ujar Nashrulloh.

Sehingga, hasil appraisal diharapkan menjadi prospektif bisnis yang baik. ”PAD kami dapat, aset juga termanfaatkan,” sambung dia.

Dijadwal selama seminggu ke depan pihak konsultan melakukan penghitungan ulang. Sebelum nantinya diputuskan berapa besaran sewa lahan parkir di tiga RTH itu.

”Minggu depan akan bertemu lagi dan mempresentasikan penghitungan ulang tadi,” kata Nashrulloh.

Terpisah, Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum tak menampik, meski appraisal sudah dilakukan namun sementara ini belum tuntas.

”Jadi konsultan sudah presentasi, cuma kami minta ada tambahan,” katanya singkat. (fid/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#Appraisal #rth #Jombang #Ulang #parkir