RadarJombang.id - Rangkaian Jombang Fest 2024 dibuka dengan kampanye Gerakan Makan Ikan (Gemarikan) yang diikuti ribuan peserta.
Gemarikan tidak hanya diharapkan bisa meningkatkan gizi masyarakat Jombang untuk menekan angka stunting, tapi juga jadi nilai ekonomi untuk menekan kemiskinan ekstrem.
Kegiatan kampanye Gemarikan dilaksanakan di depan Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (14/10).
”Kegiatan ini bagian dari rangkaian acara Jombang Fest 2024. Jombang sebagai salah satu penghasil ikan air tawar terbesar, harapannya bisa meningkatkan nilai usaha melalui pengembangan produksi perikanan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Ketaprik) Jombang Nurkamalia.
Gemarikan menjadi salah satu kegiatan untuk mendukung hasil produksi perikanan di Jombang.
Kabupaten Jombang memang dikenal sebagai daerah penghasil ikan air tawar terbesar.
Seperti ikan bawal yang banyak dibudidayakan di Kecamatan Ngoro, membawa nama Kabupaten Jombang sebagai daerah penghasil ikan bawal nomor 1 se Jatim.
Begitu juga ikan patin, Jombang menduduki peringkat nomor empat penghasil ikan patin terbesar se Jawa Timur, sedangkan ikan lele menjadi peringkat ketujuh.
”Ikan nila juga ada, tapi yang paling menonjol ya bawal, patin, dan lele,”jelasnya.
Nurkamalia menambahkan, banyaknya ikan yang dihasilkan di Kabupaten Jombang belum seimbang dengan nilai konsumsi pada masyarakat.
”Melalui kegiatan ini diharapkan, masyarakat semakin sering mengkonsumsi ikan,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.200 peserta. Terdiri dari 591 ibu dan balita dengan gizi yang kurang di wilayah Kecamatan Jombang saja.
Kegiatan itu, juga diikuti 500 santri dari 14 pondok pesantren yang ada di sekitar wilayah kecamatan kota.
Juga hadir kader posyandu untuk mengawal pemberian konsumsi ikan pada balita stunting di posyandu.
”Angka stunting di Kabupaten Jombang saat ini masih di angka 18 persen, dari target 13 persen di tahun 2024,” tegasnya.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo didampingi Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang sekaligus Ketua Forikan Kabupaten Jombang Irnie Victorynie Teguh Narutomo.
Hadir pula Plt Sekretaris BPSDM Kemendagri M Weli Septiya Putra, Sekdakab Jombang Agus Purnomo didampingi Ketua Dharma Wanita Kabupaten Jombang Lilik Zulailiyah Agus Purnomo.
Selain itu, jajaran asisten, staf ahli, kepala OPD yang tergabung dalam TPPS (Tim percepatan penurunan stunting) di Kabupaten Jombang, serta master chef Cornelius Kevin juga menghadiri kegiatan tersebut.
Usai dibuka secara resmi, Chef Cornelius Kevin mengajarkan kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk membuat kreasi olahan ikan.
Seperti nuget ikan dengan berbagai rasa, ikan lele krispi, serta mengajarkan filet ikan lele.
Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo berharap, kegiatan Gerakan Makan Ikan tidak hanya sebagai gebrakan dalam sehari saja, tapi berlangsung setiap hari.
Kegiatan itu juga diharapkan dapat membiasakan masyarakat Jombang untuk mengkonsumsi ikan.
”Hari ini Pemkab Jombang juga memberikan pelatihan bagaimana merasakan atau menikmati ikan dengan rasa yang berbeda yang akan dibimbing oleh Chef Kevin,” katanya.
Teguh mengatakan, pelatihan mengolah ikan tersebut memiliki dua manfaat, yaitu menikmati ikan dengan rasa yang berbeda, juga memberikan nilai tambah jika ikan juga dapat meningkatkan perekonomian.
”Sehingga tidak hanya bebas stunting, tapi juga bebas kemiskinan,” pungkasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW