Radarjombang.id - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jombang masih tinggi.
Tercatat ada 217 kasus HIV dan 81 kasus AIDS. Dari 81 kasus AIDS tersebut, tujuh di antaranya anak dibawah 20 tahun.
’’HIV belum tentu AIDS. AIDS adalah HIV stadium 3 dan 4,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan, dr Hexawan Tjahja Widada, kemarin.
Dari tujuh kasus anak AIDS di Jombang, dua di antaranya merupakan balita.
Keduanya tertular dari kedua orang tuanya.
Tujuh pasien AIDS di Jombang masih menjalani aktivitas seperti biasa, termasuk dalam hal pendidikan.
Satu di antara yang masih balita belum sekolah. Satu balita sudah TK, dua orang kuliah, satu orang bekerja dan dua telah meninggal dunia.
’’Dua yang sudah meninggal itu karena kondisinya memang parah dan meninggal karena infeksi,’’ terangnya.
Temuan kasus HIV hingga Agustus 2024, dua kasus baru dibawah usia 4 tahun, 12 kasus berusia 5-19 tahun.
’’Tapi masih HIV, belum tentu AIDS, pengobatan sudah ditangani,’’ bebernya.
Pasien HIV/AIDS mendapatkan penanganan berupa pengobatan, baik di rumah sakit maupun puskesmas.
Pasien juga mendapatkan pendampingan dari kelompok peduli AIDS atau kelompok sebaya. Pengobatan diberikan secara gratis.
Sebagai upaya pencegahan, sosialisasi mengenai HIV/AIDS harus gencar dilakukan, utamanya untuk anak-anak sekolah.
Sosialisasi juga dilakukan di desa-desa melalui puskesmas.
Utamanya agar menghindari seks bebas baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis.
Skrining HIV AIDS juga dilakukan pada penderita TBC, juga pada ibu hamil.
Untuk anak dari ibu ODHA (orang dengan HIV/AIDS) kita berikan makanan tambahan dan susu,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW