RadarJombang.id - Kantor Kemenag Jombang mencatat ada ribuan lembaga pendidikan keagamaan.
Mereka mendapat bantuan mulai puluhan hingga ratusan juta setiap tahun.
’’Data di Emis mencatat, ada 3.111 LPQ (lembaga pendidikan Quran) di Jombang,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir, kemarin.
Juga ada 382 madrasah diniyah takmiliyah (MDT) dan 331 pondok pesantren.
’’Semua lembaga itu telah berizin dan tercatat dalam Emis,’’ ucapnya.
Bantuan yang diberikan pemerintah terhadap lembaga tersebut variatif. Mulai Rp 10 juta hingga ratusan juta rupiah.
Biasanya, yang menerima bantuan senilai Rp 10 juta adalah LPQ. Sementara yang menerima bantuan 70-300 juta pondok pesantren.
’’Yang diterima ponpes itu inkubasi bantuan kemandirian,’’ ujarnya.
Bantuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk dikelola kembali menjadi usaha seperti membuat warung, ternak kambing dan pertokoan.
Juga percetakan, perikanan, laundry dan lainnya.
Tahun lalu, ada 13 pondok pesantren yang mendapatkannya.
’’Nilainya variatif, ada yang Rp 73 juta, ada juga yang Rp 300 juta. Tahun ini kami belum menerima laporan pesantren mana saja yang dapat. Sebab setelah menerbitkan surat rekomendasi, bantuan langsung cair ke pesantren,’’ jelasnya.
Sementara untuk bantuan LPQ, seluruh lembaga boleh mengajukan bantuan operasional yang dikelola Kemenag Pusat tersebut.
Nilainya Rp 10 juta per tahun. Hanya saja, bantuan tidak sama seperti BOS yang dihitung per siswa, dan setiap tahun dapat.
’’Jika ada bantuan dibuka, akan kami umumkan,’’ katanya. Muhajir tak bisa memastikan, kapan biasanya pengumuman disampaikan. Biasanya pendaftaran dilakukan pertengahan tahun.
Setelah pendaftaran melalui Kemenag Jombang, jika sesuai, maka Kemenag akan memberikan rekomendasi.
Prosesnya hanya sampai di sana. Yang menentukan lembaga bakal dapat bantuan atau tidak, diserahkan kepada pusat.
Syarat utamanya, lembaga yang telah berizin, dan memiliki santri. Tidak ada ketentuan minimal santrinya.
’’Yang santrinya hanya 15 dapat bantuan juga ada. Jadi kami hanya memberikan rekomendasi, semua akan kami rekom jika memenuhi syarat, tapi tidak semuanya dapat,’’ jelasnya.
Setiap tahun, yang menerima tidak lebih dari 100 lembaga. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW