RadarJombang.id - Pemkab Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan ( Dinas Ketaprik ) Jombang terus berupaya untuk menurunkan angka stunting.
Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengadakan sosialisasi Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) dan launching Sappa Gemari (Strategi Promosi Pelatihan Gemar Makan Ikan).
Kegiatan sosialisasi Gemarikan dan launching Sappa Gemari dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Sumobito, Kamis (8/8).
”Hari ini kita laksanakan Lunching Sappa Gemari dengan harapan dapat meningkatkan konsumsi Ikan,” kata kepala Dinas Ketaprik Jombang Nur Kamalia SKM MSi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekdakab Jombang Jombang Agus Purnomo SH MSi mewakili Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo yang tengah berada di Jakarta.
Hadir juga Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Devid Eko Junanto SIP selaku Bapak Asuh Balita Stunting, yang hadir bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs Purwanto MKP, jajaran forkopimcam Sumobito, serta jajaran kepala desa se-Kecamatan Sumobito juga tampak hadir dalam kegiatan itu.
Dalam kegiatan ini turut mengundang total 200 anak-anak stunting beserta orang tua masing-masing dan ibu hamil se Kecamatan Sumobito.
Kampanye gerakan makanan ikan dilakukan secara masif untuk menekan angka stunting di Kabupaten Jombang.
Ikan memiliki kandungan gizi tinggi yang dinilai bagus untuk tumbuh kembang anak.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak yang hadir juga mendapatkan bingkisan 3 kg ikan per anak.
Nur Kamalia menyampaikan prevalensi stunting di Kabupaten Jombang mencapai 18 persen.
”Target nasional 14 persen dan target Kabupaten Jombang 13 persen,” terangnya.
Hingga kemarin, data yang terhimpun, konsumsi ikan di Kabupaten Jombang baru mencapai 39 persen, sedangkan konsumsi ikan di Jawa Timur mencapai 45 persen. Padahal target nasional, konsumsi ikan harus mencapai 60 persen.
”Konsumsi ikan di Kabupaten Jombang tahun lalu 38,39 persen, dan 2023 meningkat menjadi 39,33 persen, ya mudah-mudahan tahun ini ada kenaikan mencapai 40-45 persen targetnya,” ungkapnya.
Nur Kamalia mengatakan, Kabupaten Jombang, meski bukan daerah pesisir, memiliki produksi ikan yang cukup banyak.
Ada ikan patin, lele, gurame, nila dan lain sebagainya. Hanya saja, konsumsi belum sebanyak produksi ikan air tawar.
”Diharapkan, dengan program Sappa Gemari, ibu-ibu bisa mendapatkan banyak inspirasi tentang berbagai olahan ikan sehingga lebih menarik untuk anak-anak,” ungkapnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs Purwanto MKP mengatakan, penanganan stunting dibagi menjadi dua yaitu intervensi sensitif dan spesifik.
Kegiatan Gemarikan termasuk intervensi sensitif dalam penanganan stunting .
Adapun intervensi spesifik dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan (nakes).
”Intervensi sensitif dilakukan pemerintah, masyarakat, atau kelompok masyarakat dalam rangka mendukung terwujudnya penurunan stunting di Jombang,” kata Purwanto.
Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Devid Eko Junanto SIP selaku Bapak Asuh Balita Stunting mengapresiasi penyelenggara kegiatan Gemarikan.
Pihaknya menjelaskan, keterlibatan TNI AD dalam penanganan stunting dimulai sejak keluar undang-undang mengenai percepatan penurunan stunting.
Baca Juga: Capai Ketahanan Pangan, Maksimalkan Lumbung dan Gerakan Makan Ikan
”Jika Dandim adalah Bapak Asuh Stunting tingkat Kabupaten, maka Danramil adalah Bapak Asuh Stunting tingkat kecamatan dan seterusnya,” ungkap Letkol Kav David Eko Junanto.
Devid mengatakan, stunting memiliki pengaruh besar pada kemajuan bangsa Indonesia, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Upaya masif harus dilakukan untuk penurunan stunting. Sasarannya tidak hanya pada balita dan ibu hamil, tapi juga pada remaja usia produktif yang siap menikah.
Sekdakab Jombang Agus Purnomo mengatakan, untuk mendukung program perbaikan gizi masyarakat dan penanganan stunting, ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik untuk pertumbuhan sel-sel tubuh manusia.
Ia juga sangat mengapresiasi program Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan yaitu Sappa Gemari untuk mencegah stunting.
Melalui Sappa Gemari, pihaknya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan.
Utamanya sebagai sumber protein yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Mudah-mudahan, melalui upaya bersama ini, kita bisa menciptakan generasi yang sehat, cerdas, produktif, kompetitif, terampil dan punya masa depan sesuai dengan harapan kita menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Agus Purnomo. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW