Radarjombang.id - Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo segera mengambil alih seluruh aset Ruko Simpang Tiga.
Saat ini, pihaknya menunggu lampu hijau dari Kejaksaan Negeri Jombang untuk proses ambil alih ruko simpang tiga itu.
Sembari menunggu proses itu, pendirian mal pelayanan publik ( MPP ) di Ruko Simpang Tiga terus berproses dan segera siap di-Launching.
Pj Bupati Teguh menyampaikan keseriusannya untuk mengambil alih seluruh aset Ruko Simpang Tiga.
”Jadi, untuk ruko lain nanti kita ambil alih semuanya, sesuai kewenangan dan legalitas yang memang kita miliki,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (5/8).
Ia mengatakan, pemkab sudah menempuh beberapa langkah.
Tahap pertama, sudah melakukan pendekatan kepada penghuni ruko yang masih menempati Ruko Simpang tiga.
Tahap kedua, sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH), dalam hal ini Kejaksaan Negeri Jombang.
”Yang jelas, kita sudah komunikasikan dan selagi haknya memang sudah tidak ada, ya harus kita ambil alih.
Tentunya secara bertahap. Tahap pertama kita komunikasi dengan baik, tapi kalau tidak bisa terjalin dengan baik, ya lakukan upaya hukum dan itu sudah ditempuh oleh kajari,’’ papar dia.
Teguh mengaku, dirinya hanya berpegang teguh pada aturan yang berlaku. Ia mengaku tidak akan terpengaruh dari intervensi pihak lain.
”Dan kita tunggu hasil dari Kajari (Agus Chandra), kalau green light (lampu hijau) kita ambil alih sesuai legalitas sesuai ketentuan yang berlaku,’’ papar dia.
Baca Juga: Seluruh Stan MPP Mulai Diboyong dari Kantor DPMPTSP ke Ruko Simpang Tiga Jombang
Disinggung sejauh mana proses hukum yang dilakukan kejaksaan, Teguh mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada kejaksaan.
”Tapi yang jelas dalam acara soft launching kemarin, pak Kajari menyampaikan sudah siap ditindaklanjuti,’’ papar dia.
Sembari menunggu proses hukum yang berjalan, saat ini dinas terkait terus melengkapi sarana prasarana (sarpras) yang ada.
Ia mengaku, sejak MPP di Ruko Simpang Tiga dilakukan soft launching pada Jumat (2/8) lalu, penyiapan sarana dan prasana terus dilakukan.
”Ini teman-teman masih membereskan sarpras, begitu selesai seminggu dua minggu ini kita bisa kita launching,” jelas dia.
Meski sarpras belum memadai, Teguh mengatakan pelayanan di MPP akan secepatnya dijalankan meski dengan kondisi yang terbatas.
”Insya Allah secepatnya kita mulai tapi dengan segala keterbatasan dan sarpras belum bisa memberikan layanan prima untuk masyarakat,’’ pungkasnya. (ang/naz/ang)
Editor : Achmad RW