Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Proyek Peningkatan Jalan Cukir - Mojowarno Jombang Teror Pengendara, Sering Picu Kecelakaan Hingga Korban Meninggal Dunia

Azmy endiyana Zuhri • Senin, 5 Agustus 2024 | 15:01 WIB
Proyek peningkatan jalan Cukir-Mojowarno yang menelan anggaran Rp 4,4 miliar banyak dikeluhkan pengguna jalan
Proyek peningkatan jalan Cukir-Mojowarno yang menelan anggaran Rp 4,4 miliar banyak dikeluhkan pengguna jalan

Radarjombang.id - Proyek peningkatan jalan Cukir-Mojowarno yang menelan anggaran Rp 4,4 miliar banyak dikeluhkan pengguna jalan.

Salah satunya minimnya rambu di lokasi proyek.

Di sepanjang lokasi proyek sering terjadi kecelakaan. Bahkan korbannya sampai meninggal dunia.

Hasil penelusuran Jawa Pos Radar Jombang di lokasi, terlihat sejumlah pekerja tengah sibuk mengebut proyek pelebaran jalan.

Di lokasi terlihat sejumlah pekerja mengoperasikan sejumlah alat berat.

Di sejumlah titiknya, sebagian ruas jalan sudah selesai dilebarkan.

Sementara di titik lainnya, pengerjaan masih berjalan.

Kondisi bahu jalan banyak yang sudah dikeruk hingga membentuk parit yang cukup dalam. Terlihat tumpukan material proyek tersebar di sejumlah titik di sepanjang bahu jalan.

Mulai tumpukan batu, koral, pasir termasuk beberapa alat berat yang terkonsentrasi di sejumlah titik.

Di lokasi terlihat minim rambu proyek jalan. Deretan lampu PJU di sisi utara jalan juga sudah dilepas.

Istianah, 50, salah satu warga mengatakan, sejak awal pelaksanaan, proyek peningkatan jalan Cukir-Mojowarno banyak dikeluhkan warga lantaran sering terjadi kecelakaan.

”Tadi sekitar jam setengah empat subuh, orang mau berangkat ke pasar jatuh sampai meninggal.

Suaminya yang bonceng luka parah, terus istrinya luka parah dan meninggal di lokasi,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jombang (31/7).

Diduga, sebelum jatuh, motor korban yang diketahui warga Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno terkena material proyek yang berceceran ke aspal.

”Korban dari timur, terus kena material proyek yang masuk ke jalan, terus jatuh dan seketika meninggal yang perempuan,” tegasnya.

Dari informasi yang dia dapat, korban merupakan penjual sayuran di Pasar Cukir. ”Kurang tahu dibawa ke mana.

Kejadiannya di timur jembatan sana,” imbuh Istianah sambil menunjuk arah jembatan.

Bahkan bukan kali ini saja, sebelumnya ia juga pernah mendapat informasi kecelakaan parah juga terjadi di masa awal-awal pelaksanaan proyek.

”Dulu awal informasinya juga ada kejadian kecelakaan. Kalau tidak salah meninggal juga di wilayah Sumoyono sana,” imbuhnya.

Senada, Fauzi, 37, salah satu warga juga membenarkan kejadian kecelakaan maut yang menimpa pedagang sayur.

”Iya, pagi tadi kejadiannya. Kena material proyek meninggal di lokasi,” tegasnya.

Selain mengeluhkan minimnya rambu proyek jalan, ia juga mempertanyakan pelepasan deretan lampu PJU. ”Kalau tidak salah PJU di lepas baru beberapa hari lalu.

Sehingga jalanan menjadi gelap, padahal banyak material dan kubangan di sana sini,” bebernya.

Beberapa kejadian kecelakaan lain juga beberapa kali terjadi. ”Kemarin saya sendiri yang nolongin, ada anak mahasiswa terjatuh, untungnya selamat, hanya luka-luka ringan,” bebernya.

Hasil penelusuran wartawan, korban meninggal bernama Sami Kusmiati, 54, warga Dusun Wringinjejer, Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno. Dan suaminya, Romeli Hidayat, 58, mengalami luka-luka.

”Korban meninggal sudah dimakamkan tadi pagi. Informasinya kecelakaan kena material proyek jalan. Tadi juga sudah menghubungi polisi,” terang salah satu perangkat Desa Gondek, Rabu (31/7).

Baca Juga: Pemkab Jombang Berencana Revitalisasi Pasar Ploso Jadi 2 Lantai, Pekerjaannya Dihandle Dinas PUPR

Sementara dikonfirmasi, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang Agug Setiaji membenarkan kejadian tersebut.

Agung mengatakan, setelah adanya kejadian kecelakaan tersebut, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak pelaksana.

”Setelah kejadian itu kami langsung kordinasi dengan kontraktor,” katanya.

Diakuinya, yang cukup menganggu adanya material yang berserakan di jalan. Sehingga, dirinya meminta untuk membersihkan material yang berserakan tersebut.

”Tadi pagi (kemarin, Red) saya cek sudah tidak ada material yang berserakan. Sudah di pinggir semua,” pungkas Agung. (yan/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Proyek #Jombang #Dinas PUPR Jombang #jalan