Radarjombang.id - Pemkab Jombang sudah menyusun dokumen perencanaan revitalisai Pasar Ploso.
Meski pengerjaan fisik batal dilakukan tahun ini, desain yang direncankan bangunan pasar bertingkat.
Rencana pekerjaan fisiknya itu di-handle Dinas PUPR Jombang.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Edy Yulianto mengatakan, untuk dokumen perencanaan rehabilitasi Pasar Ploso sudah disusun pemkab tahun lalu.
Rencananya dibangun dua lantai atau bertingkat. ”Dibangun dua lantai,” kata Edy kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dijelaskan, ada beberapa pertimbangan area pasar itu nantinya dibangun bertingkat. Di antaranya menyesuaikan lahan beserta jumlah pedagang.
”Jumlah keseluruhan pedagang kalau tidak salah 1.049 orang, lalu lahannya terpotong untuk ketersediaan lahan terbuka.
Kedua, maksimal terbangun sesuai ketentuan tata ruang serta area parkir,” imbuh dia.
Ia mengaku tak hafal berapa luasan lahan pasar.
”Karena di sana bersinggungan dengan aset PT KAI. Jadi, tidak mungkin pemerintah daerah bangun di lahan itu,” ujar Edy.
Karena itu, menurut dia, desain gedung itu nantinya bertingkat.
”Jadi untuk menampung 1.000 lebih pedagang tidak memungkinkan satu lantai, harus dua lantai,” tutur dia.
Itupun, lanjut Edy, rencana revitalisasi tahun depan tak tuntas 100 persen. Hanya di sisi selatan saja.
”Karena perkiraan kami total keseluruhan butuh anggaran hampir Rp 100 miliar sudah termasuk sarana dan prasarananya,” kata Edy.
Seperti diketahui, rencana pemkab merevitalisasi Pasar Ploso dimatangkan.
Dana rehab bersumber dari BKK Pemprov Jatim dengan alokasi Rp 10 miliar turun menjelang akhir 2023.
Karena waktu pengerjaan sudah mepet, pemkab hanya bisa menyerap anggaran untuk kegiatan penyusunan dokumen perencanaan.
Sementara pengerjaan fisik batal dilaksanakan pada 2024, karena anggaran dari provinsi turun akhir April, sedangkan estimasi waktu pengerjaan fisik beserta lelang memakan waktu hingga sekitar 10 bulan. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW