RadarJombang.id – Rencana Pemkab Jombang membangun pasar daerah di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang hingga kini masih buram.
Upaya pemkab melobi anggaran dari pemerintah pusat hingga kini juga masih belum membuahkan hasil.
Akibatnya, lahan seluas 3,7 hektare yang dibeli pemkab senilai Rp 22,6 miliar sejak 2022 sampai sekarang masih nganggur.
Pj Bupati Jombang Sugiat mengatakan, rencana pembangunan pasar di Desa Denanyar untuk merelokasi pedagang yang berjualan di Jl Seroja dan Jl KH Mimbar masih dikaji.
”Rencana relokasi itu, sekarang kita bicarakan dulu. Karena memang lahannya sudah ada,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dijelaskan, pihaknya ingin mematangkan perencanaan pembangunan pasar di lahan tersebut.
Tentunya dengan kajian yang bersifat komprehensif dan perencanaan harus benar-benar matang.
"Saya tidak ingin asal-asalan dibangun. Ya membangun bisa saja kita siapkan aggarannya, tapi pemanfaatannya ini bagaimana,” papar dia.
Pria asli Desa Japanan, Kecamatan Gudo ini tak ingin jika pembangunan pasar nantinya justru menjadi masalah di kemudian hari.
Misalnya, jika pedagang tak ingin menempati pasar tersebut.
”Salah satunya, kan kita harus bertanya ke pedagangnya, mau tidak direlokasi ke sana, kalau tidak mau kan mubazir,” tandasnya.
Baca Juga: DED Pembangunan Pasar Relokasi di Denanyar Belum Tuntas, Bappeda Jombang: Sudah 10 Kali Direvisi
Ia mencontohkan, seperti kondisi bangunan lantai dua Pasar Perak.
Usai direhab, hingga kini ada puluhan bedak yang tidak ditempati pedagang.
Para pedagang justru berjualan di belakang pasar.
”Nanti kita siapkan bagus-bagus orangnya tidak mau dipindah bagaimana? Pendekatan itu kan harus komperehensif. Jadi, jangan kemudian jadi mubazir, atau banyak timbul masalah,” tegasnya.
Termasuk Pasar Ploso, yang rencana akan direhab. Ia menilai butuh perencanaan matang yang bersifat menyeluruh.
”Termasuk Pasar Ploso, itu jangan sampai pedagangnya tidak mau dipindah setelah sudah kita siapkan tempat yang bagus. Sekarang sedang kita kaji,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, lahan yang dibeli Pemkab Jombang di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang seluas 3,7 hektare hingga menyedot anggaran Rp 22,6 miliar hingga kini masih nganggur.
Kades Denanyar Ayub Effendi mengatakan, sejak lahan dibeli Pemkab Jombang 2022 lalu, sampai sekarang lahan tersebut masih dibiarkan nganggur.
”Luasnya 3,6 hektare di depan membentang utara ke selatan,” katanya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW