RadarJombang.id - Sejumlah bakal calon bupati yang akan maju di Pilbup Jombang 2024 optimistis mendapat dukungan masyarakat hingga ulama.
Para bakal calon yang bakal maju di Pilbup Jombang 2024 juga yakin mendapat rekomendasi partai politik (parpol).
Seperti diungkapkan pengacara Achmad Rifai yang mengaku sudah mendapat dukungan parpol untuk bisa maju di panggung kontestasi.
”Memang untuk bisa maju di pilkada kita butuh partai politik yang mengusung, dengan jumlah minimal 10 kursi,’’ ujarnya kepada RadarJombang.id (4/6).
Rifai yang sudah mendaftar melalui DPP Partai Demokrat, optimistis bisa mendapatkan dukungan partai berlambang Mercy itu.
Jika demikian, Rifai setidaknya punya modal enam kursi.
”Demokrat sendiri ada 6 kursi, ditambah beberapa partai lain. kita sudah menghitung bahwa nanti kita akan maju dengan siapa dan berpasangan dengan siapa,’’ tambah Rifai.
Saat ditanya kesiapannya, ia mengaku optimistis bisa maju di Pilbup Jombang.
Termasuk sudah berkomunikasi dengan partai politik yang akan mendukungnya.
”Termasuk dengan siapa berpasangan sudah ditentukan. Kita berkomitmen sama-sama membagun Jombang lebih baik,’’ papar dia.
Menjelang Pilbup Jombang ini ada beberapa pengurus partai yang meminta dirinya maju di Pilbup Jombang.
Baca Juga: Guru TPQ se-Jombang Klaim Siap Dukung Gus Salman Maju Pilbup Jombang 2024, Ini Langkahnya
Dengan dukungan itu, ia fokus bisa membidik Jombang 1 alias posisi bupati.
”Kalau saya sendiri ke Jombang 1. Karena kita punya konsep yang ditawarkan, dan tinggal dukungan partai politik,’’ jelasnya.
Rifai belum bisa menjelaskan secara rinci siapa saja parpol yang bakal mengusungnya.
”Kalau terkait itu kami belum bisa mengumumkan sekarang,’’ tegasnya.
Ditempat terpisah, Ahmad Sholahudin (Gus Didin) yang akan mencalonkan diri ke Pilbup Jombang juga mengaku sudah mendapat dukungan para kiai.
Termasuk juga sejumlah dukungan yang diklaimnya datang dari partai politik.
”Insya Allah sudah. Tapi mohon maaf, hal itu belum bisa saya sampaikan sekarang sebelum reomendasi benar-benar turun,’’ ujar dia.
Sebagai wakil non partai yang aktif di organisasi keagamaan, saat ini cenderung pasif.
Ia bakal melangkah lebih lanjut jika rekom sudah dikantongi.
Ia, mengaku diminta sejumlah kiai untuk maju, sebagai wakil dari nonpartai ummah sudah lama aktif di NU, lembaga filanthropy, pendidikan, dan gerakan masjid.
"Namun, tidak diperkenankan pasang baliho dan campaign terbuka, sampai rekomendasi parpol benar-benar saya terima,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW