RadarJombang.id – Pembangunan kisdam di pintu 6 Dam Karet Jatimlerek sisi Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, yang jebol mulai dilakukan.
Lima pintu kini dibuka untuk pemasangan material sandbag atau karung berisi pasir.
Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja sibuk memasukkan material pasir ke karung.
Lalu dimasukkan dalam sandbag. Satu alat berat berupa beckhoe juga sudah beroperasi.
Setiap sandbag dipasang ke pinggiran Sungai Brantas atau dekat pintu 6 yang jebol.
Dari enam pintu dam, lima sebelumnya ditutup kini dibuka.
Hanya meninggalkan pintu atau bendungan nomor tiga yang masih tetap berfungsi.
Kondisi ini membuat aliran Sungai Brantas langsung mengalir dari hulu dam ke hilir.
”Mulai tadi pagi dibuka semua pintu, hanya nomor tiga yang masih ditutup,” kata Andi salah seorang warga di lokasi.
Dia menyebut, pintu itu dibuka lantaran penanganan darurat mulai dilakukan. Material sandbag dipasang ke dekat pintu yang jebol.
”Beckhoe-nya baru kerja tadi pagi (kemarin), karung berisi pasir juga sudah dipasang,” imbuh dia.
Sementara itu, salah satu petugas Dam Karet Jatimlerek sisi Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh M Effendi, menyampaikan pemasangan sandbag dilakukan dengan membuka lima pintu.
”Jadi airnya sekarang langsung dilepas untuk pembuatan kisdam,” katanya.
Kondisi itu membuat debit air Sungai Brantas di hulu dam turun.
”Supaya ketika kantong pasir dipasang, tidak terbawa aliran sungai,” ujar dia.
Pembukaan pintu dam itu bakal dilakukan hingga penanganan rampung.
Selain untuk penanganan darurat juga sebagai identifikasi kerusakan.
”Ketika sudah terpasang semua, nanti akan dicek rusaknya dimana. Apakah karetnya bisa ditambal untuk sementara atau harus diganti,” tutur Effendi.
Dia menyebut, penanganan dam karet membuat banyak material pasir.
Estimasinya hingga 600 sandbag yang akan dipasang di hulu dam itu.
Imbas dibukanya pintu itu berdampak ke intake (bangunan bagi sadap) irigasi Jatimlerek yang sebelumnya dikeluhkan petani Kecamatan Plandaan dan Ploso.
”Mau tidak mau sekarang debit air turun, karena airnya langsung dilepas. Tidak bisa masuk ke intake di Jatimlerek, tapi ini kita lakukan untuk perbaikan dam,” pungkasnya. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW