RadarJombang.id – Proyek lanjutan pembangunan Puskesmas Blimbing Kesamben, Jombang, yang gagal selesai, tak dilelang atau tender.
Pengadaan cukup dengan melalui e-purchasing konstruksi.
”Jadi pengadaannya sudah diputuskan pakai e-purchasing konstruksi biar cepat,” kata (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang Syaiful Anwar.
Menurutnya, banyak pertimbangan dipilihnya pengadaan tanpa lelang tersebut.
Salah satunya mendengarkan saran dari Inspektorat Jombang.
”Tetangga kanan kiri juga sudah pakai itu, seperti di Nganjuk dan Mojokerto,” imbuhnya.
Saat ini, pihaknya sudah memilii beberapa opsi untuk etalase pengadaan tanpa lelang tersebut.
Termasuk pakai etalase provinsi.
“Tapi kita coba dulu ke lokal atau daerah, ketika tidak ada, baru etalase provinsi, jika di provinsi juga tidak ada, maka kita ke etalase nasional,” ujar Syaiful.
Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Jombang Joko Murcoyo, mengatakan lanjutan proyek puskesmas berdasar informasi yang diterimanya dengan sistem pengadaan.
”Info dari teman-teman dinkes tidak tender, pakai e-purchasing,” pungkasnya.
Untuk diketahui, proyek rehab gedung Puskesmas Blimbing Kesamben resmi diputus kontrak, Rabu (27/12) tahun lalu.
Pemutusan kontrak kerja itu lantaran pihak pelaksana tidak bisa menuntaskan pembangunan meski sudah diberi waktu perpanjangan.
Proyek ini menyedot anggaran hingga Rp 2.496.163.556.
Pelaksana CV Wishitama dan konsultan perencana CV Tichan Jagad Hutama.
Konsultan supervisi CV Elang Persada. Dalam kontrak, proyek itu dimulai 12 Juli 2023.
Rencananya, proyek akan dilanjutkan tahun ini dengan skema pergeseran anggaran, mengingat progres pekerjaan sebelumnya diklaim sudah menyentuh sekitar 81 persen. (fid/bin)
Editor : Ainul Hafidz