RadarJombang.id - Tercatat ada 6 bacawabup yang telah mendaftar ke sejumlah partai dan ikut dalam perburuan rekom untuk maju di Pilbup Jombang 2024.
Hal itu, direspons salah satu sosiolog sekaligus akademisi Jombang Mukari.
Ia mengingatkan, agar para bacwabup lebih mengedepankan lobi daripada hanya menunggu rekom lewat penjaringan itu.
Menurutnya, sebenarnya masing-masing perpol sudah punya calonnya sendiri yang sudah dipersiapkan sejak lama.
Karena partai punya mekanisme sendiri untuk menetukan calon, punya kriteria sendiri siapa figur yang akan direkomendasikan maju pilbup.
”Jadi, penjaringan lebih cenderung merupakan formalitas, menunjukkan sikap keterbukaan partai, sebenarnya masing-masing parpl sudah punya calon sendiri yang sudah digodok lama,” terangnya.
Kedua, bahwa keterpilihan calon yang akan diusung banyak faktor yang menetukan.
Golden tiket (partai bisa usung paslon sendiri), dalam pilkada itu dinilai nanti akan banyak syarat yang harus dipenuhi.
Menurutnya, reputasi seseorang, visi yang akan dibawa, pemanfaatan infrastruktur politik seperti media massa, pemanfaatan isu-isu yang lagi hangat di masyarakat, lebih penting bagi parpol.
"Kemampuan kontestan menangkap memonetum politik di daerah, saya kita itu yang akan menentukan seseorang menang pilkada,” bebernya.
Saat ini terjadi pengeseran di mana pilkada sekarang berbeda pilkada tahun kemarin.
Baca Juga: Dapat Rekom Dari DPD Golkar Jatim, Gus Hans Mantap Masuk bursa Pilbup Jombang 2024
Pilkada sekarang berlangsung serentak dan terjadi setelah pemilu dan pileg secara nasional.
Dengan itu, menurutnya peta politik di tingkat nasional akan berpengaruh terhadap peta politik di daerah.
”Menurut sasumsi saya sangat mungkin parpol dan pemerintahan yang menang kontestasi kemarin akan membangun kekuatan sinergi dari pusat sampai ke daerah dengan cara yang mungkin mereka buat strategi sendiri," tambahnya.
Sehingga, pemilu saat ini harus diiperhatikan juga oleh kontestan bahwa peta politik di tingkat nasional juga menentkan siapa yang menang pilkada di daerah nanti.
Selain itu, masyarakat sudah punya pandangan sendiri bahwa meskipun secara pileg salah satu parpol menang punya golden tiket.
Mukari menyebut belum tentu mereka dapat memenangi pilkada, karena ada beberapa partai jumlah kursi legislatif memenuhi syarat tapi tidak punya ketokohan yang punya popuparitas, dan elektalbitas tinggi.
"Ini problem, jadi pilkada sekarang ini cukup kompleks,” tandasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW