RadarJombang.id - Pj Bupati Jombang Sugiat mengapresiasi kegiatan pencanangan peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2024.
Menurutnya, salah satu tujuan dilaksanakannya BBGRM adalah untuk meningkatkan pembangunan melalui gotong royong.
Menurutnya, Budaya gotong royong yang semula menjadi sikap hidup bangsa Indonesia kini telah mengalami banyak gempuran dari nilai individualisme, liberalisme, maupun pengaruh materialisme.
Hal itu, salah satu bentuk dampak dari pengelolaan pembangunan yang bercorak kapitalistik.
"Untuk itu, mari kita perkuat kembali semangat kegotongroyongan serta keswadayaan yang berbasis pada nilai-nilai budaya lokal,’’ ujar Pj Bupati Sugiat.
Pria asli Dusun Kalongan, Desa Japanan, Kecamatan Gudo ini mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, semangat kebersamaan dan kekeluargaan.
Hal itu, menurutnya penting untuk mencapai masyarakat adil dan makmur menuju keluarga sehat sejahtera.
”Mari kita giatkan kembali budaya kerja bhakti, budaya gotong royong," lontarnya.
Sikap gotong royong, disebut Sugiat bisa tercermin dalam kegiatan seperti:
Membangun/memperbaiki jalan desa, membersihkan saluran irigasi desa (susuk wangan) dan sarana prasarana lainnya.
"Serta menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) secara bersama-sama, guyub rukun,’’ tandasnya.
Menurut dia, budaya bergotong royong diyakini dapat membuat masyarakat hidup rukun dan damai dalam mengisi pembangunan dengan suasana kekeluargaan.
”Semoga Allah SWT meridhoi usaha dan cita-cita kita bersama dalam membangun Kabupaten Jombang yang lebih baik,” pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW