RadarJombang.id – Sosok bakal calon wakil bupati pendamping calon bupati Warsubi Ketua AKD Jombang, masih berproses.
Hingga kini, pembahasan cawabup masih dibahas antar para kiai sepuh.
Namun demikian, sosok itu disebut-sebut seorang gus (panggilan putra kiai, Red) dari salah satu pesantren di Jombang.
”Ada beberapa nama. Tapi nanti yang disetujui para kiai tentu satu orang,’’ ujar Wakil Ketua Dewan Syuro DPC PKB Jombang Masud Zuremi, kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (29/4).
Pembahasan bakal cawabup pendamping Warsubi itu memang masih terus berproses. Siapa nama yang bakal diusung itu.
Mas’ud enggan menyebutkan secara rinci siapa nama dan dari pesantren mana.
Sekilas, ia hanya menyebut nanti yang akan menjadi pendamping Warsubi adalah kader santri Jombang.
”Bisa disebut sosok kiai atau gus, itu saja,’’ tegasnya singkat dengan tersenyum.
Ketua DPRD Jombang ini menilai, sosok calon pendamping Warsubi akan diumumkan paling cepat (5/5) mendatang.
”Mungkin setelah 5 Mei segera kita umumkan ke publik, karena sekarang masih dalam pembahasan dengan para kiai. Baik kiai kultural, kiai kampung maupun kiai di pondok pesantren. Dan ini sudah menjadi bentuk kesepakatan antara kami PKB, Gerindra dan partai pengusung yakni Demokrat dan Golkar,’’ jelas dia.
Ditegaskan, sosok yang akan diusung nanti sudah mendapat persetujuan para kiai. Bahkan, ia merupakan sosok yang mewakili suara para kiai.
Baca Juga: Ngaku Dapat Dukungan Kiai dan Ulama, Gus Didin Sebut Siap Maju Pilbup Jombang 2024, Asalkan...
“Insya allah yang jadi kesepakatan PKB dan Gerindra adalah kesepakatan yang sudah diizinkan, dan dimotori para kiai,’’ tandasnya.
Masud berharap, duet Warsubi dengan sosok yang direstui kiai nantinya bisa menjalankan visi misi dengan baik untuk membangun Jombang.
Kepada Jawa Pos Radar Jombang, ia menilai ada tiga kriteria bupati yang diharapkan untuk memimpin Jombang.
Pertama, mampu merealisasikan visi misi dengan anggaran baik yang bersumber dari daerah, provinsi dan pusat.
Kedua, mampu bersinergi dengan baik antara eksekutif, legislatif dan semua pihak.
”Ketiga, harapan kami program APBD itu betul-betul direalisasikan 70 persen untuk desa, kemudian 30 persen untuk perkotaan. Artinya program pemkab tidak difokuskan di perkotaan tapi kita ingin memajukan desa,’’ pungkasnya. (ang/bin/fid)
Editor : Ainul Hafidz