RadarJombang.id – Suhu politik jelang pelaksanaan Pilbup Jombang 2024 terus memanas.
Di tengah memanasnya suhu jelang Pilbup Jombang 2024, Sosiolog sekaligus akademisi Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang Mukari memberikan analisisnya.
Menurutnya, ada tiga klan besar di Jombang berpeluang besar maju menjadi calon Bupati Jombang dalam Pilbup Jombang 27 November 2024 mendatang.
”Ada klan Tambakberas dengan figur Bu Mundjidah, ada klan Bareng dengan figurnya Mas Rambah. Dan terakhir ada klan Mojokrapak dengan figurnya Pak Warsubi,” kata Mukari.
Menurutnya, ketiga figur itu sama-sama memiliki peluang kuat untuk bisa memenangkan Pilbup Jombang 2024.
Mundjidah Wahab sebagai petahana alias incumbent tentu memiliki basis massa yang kuat.
Apalagi, posisi Mundjidah dari sosok agamis sebagai Ketua Muslimat NU Jombang yang dinilai unggul.
Tak kalah menarik, yakni figur Sumrambah. Wabup Jombang 2018-2023 juga berpotensi maju menjadi calon bupati.
Adik kandung Ketua DPC PDIP Jombang Sadarestuwati ini dinilai punya elektabilitas tinggi jika mencalonkan diri.
Ketiga, adalah sosok Warsubi. Meski belum aktif di dunia partai, sebagai ketua asosiasi kepala desa (AKD) Kabupaten Jombang, peluangnya untuk maju dan memenangkan pilbup sangat terbuka.
Menurut Mukari, hanya soal waktu akan terjawab mana dari ketiga figur dan kekuatan partai menemukan momentum yang tepat untuk bisa saling berkoalisi.
Baca Juga: Nama Pj Bupati Sugiat Muncul di Bursa Pilbup Jombang 2024, Pengamat Politik Beri Peringatan
"Juga kapan momentum yang tepat untuk merebut hati masyarakat. Ini kita lihat dinamikanya ke depan seperti apa,” beber Mukari.
Tak hanya tiga nama itu, menurut dia, ada juga sosok nama Penjabat Bupati Jombang Sugiat yang dinilai berpeluang.
Namun demikian, ia belum melihat keinginan kuat dari Sugiat untuk ikut maju dalam Pilbup Jombang.
”Karena mungkin persoalan partai politik pengusungnya yang masih debatable," papar dia.
Di samping itu, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam konteks pilkada.
Pertama, partai politik pengusung. Kedua, adalah figur. Ketiga, yakni momentum.
Jika dilihat berdasarkan perolehan kursi di DPRD, PDIP dan PKB berpeluang bisa mengusung calon sendiri di Pilbup 2024 tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.
Namun, menurutnya juga penting apakah PKB nanti bisa memotong mitos menang di pileg tapi di Pilkada Jombang selalu gagal.
"Ini nanti tinggal PKB bisa memanfaatkan atau tidak momentum yang bagus dengan keberadaannya sebagai partai pemenang pemilu di Jombang,” jelas Mukari.
Namun demikian, menurutnya politik bersikap dinamis.
Menurutnya, jika PKB nanti bisa menampilkan figur lokal yang representatif bagi masyarakat Jombang, mungkin bisa memotong sejarah bahwa PKB pernah menang pilkada di Jombang.
"Dan jika terjadi tentu kontestasi pilbup Jombang 2024 bisa lebih menarik,” pungkas Mukari. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW