RadarJombang.id - Upaya pencegahan DBD terus merebak dilakukan dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang.
Salah satu pencegahan DBD yang digalukan Dinkes Jombang, yakni melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN dengan fogging.
Kegiatan fogging untuk Pencegahan DBD dengan Fogging itu, dipimpin Pj Bupati Jombang Sugiat lingkungan Wersah Kelurahan Kepanjen, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Kamis (29/2).
"Selama tiga hari ini kita melakukan pemberantasan sarang nyamuk serentak dengan cara fogging," katanya di sela-sela kegiatan.
Sugiat hadit bersama Dandim 0814 Letkol Kav Devid Eko Junanto, Ketua Kantor Pengadilan Agama Jombang Ihsan Halik.
Turut mendampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Jombang Syaiful Anwar dan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Haryo Purwono.
Hadir pula Direktur RSUD Jombang Dr dr Ma'murotus Sa'diyah dan Direktur RSUD Ploso dr Hendri Marzuki.
Sugiat langsung mengunjungi salah satu rumah korban meninggal karena DBD.
Selain menyampaikan ucapan duka, ia juga memberikan santunan.
Rombongan kemudian meninjau ke beberapa rumah warga untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk Aedes Aegypty.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga dan stakeholder terkait atas kesigapannya mengantisipasi DBD," lanjut dia.
Baca Juga: 4 Korban Meninggal Dunia, DPRD Jombang Minta Pemkab Lebih Tanggap Atasi DBD
Disampaikan, PSN dan fogging tidak bisa dilakukan secara parsial. Namun harus dilakukan secara menyeluruh dan bersamaan, serentak agar lebih efektif.
Sugiat juga menyebut, kegiatan Fogging hati itu memang fokuskan di lokasi ini karena kemarin ada korban.
"Jadi saya juga mengajak masyarakat untuk selalu waspada jika ada yang lagi demam atau panas segera periksa kesehatan di tempat pelayanan kesehatan terdekat," tambah Sugiat.
Sementara itu, Plt Dinas Kesehatan Jombang Syaiful Anwar, mengatakan langkah fogging merupakan bentuk bekerjasama dengan Kodim 0814 Jombang, RSUD Jombang dan RSUD Ploso.
Pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M Plus dan fogging di beberapa tempat menurutnya sudah membuahkan hasil.
"Saat ini tren DBD sudah turun, di RSUD Ploso tidak ada tambahan pasien dalam beberapa hari terakhir," jelasnya.
Ia berharap, melalui antisipasi yang dilakukan dapat membunuh jentik nyamuk secara efektif. Dengan begitu dapat menekan angka kasus DBD di Jombang.
Setiap warga tidak boleh lengah meski angka kasus DBD sudah mulai turun.
Upaya pencegahan tetap harus dilakukan melalui PSN dengan cara 3M plus.
Fogging, menurut Syaiful juga merupakan cara terakhir karena membunuh nyamuk yang sudah besar, sedangkan hal yang paling efektif sebetulnya PSN.
"Dan yang paling efektif melakukan PSN yaitu lingkungan keluarga dengan tidak membiarkan air yang tidak mengalir mengendap," pungkasnya. (wen/bin/riz)
Editor : Achmad RW