Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

4 Korban Meninggal Dunia, DPRD Jombang Minta Pemkab Lebih Tanggap Atasi DBD

Wenny Rosalina • Sabtu, 24 Februari 2024 | 14:50 WIB
Pasien gejala DBD dirawat di ruang Srikandi RSUD Jombang, Kamis (22/2).
Pasien gejala DBD dirawat di ruang Srikandi RSUD Jombang, Kamis (22/2).

RadarJombang.id – Kasus Demam berdarah dengue (DBD) yang tengah menggila di Jombang bahkan merenggut 4 nyawa direspons keras kalangan DPRD.

Komisi D DPRD Jombang mendorong Pemkab Jombang lebih tanggap mengatasi ancaman DBD.

”Saya baca 4 nyawa meninggal karena DBD dalam kurun waktu dua bulan, tentu ini sesuatu hal yang serius. Tentu kami sangat prihatin dengan kondisi seperti ini,” ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang M Syarif Hidayatullah.

Melihat tren kasus DBD di Jombang yang tinggi, Gus Sentot, sapaan akrabnya, mendesak pemkab melakukan langkah-langkah konkret untuk mencegah korban DBD terus bertambah.

"Karena mohon maaf ini (Dinkes), saya tidak melihat ada gerakan nyata yang besar untuk menangani masalah DBD," lanjutnya.

Gerakan yang dimaksudnya itu, adalah kegiatan seperti ada fogging atau penyemprotan asap untuk membunuh nyamuk pemberantasan sarang nyamuk.

Padahal, lanjut dia, langkah-langkah pencegahan tersebut sangat penting.

Termasuk menggerakkan lebih maksimal juru pemantau jentik (Jumantik) ke rumah-rumah warga.

”Termasuk juga melakukan sosialisasi yang intensif di seluruh lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Jombang Syaiful Anwar mengatakan, fogging dinilai belum cukup efektif untuk memberantas sarang nyamuk di lingkungan.

Cara yang efektif menurutnya adalah pemberantasan sarang nyamuk.

Baca Juga: Balita yang Kritis Akhirnya Meninggal Dunia, Korban DBD di Mojoagung Jombang Kini Jadi 2 Orang

Hal itu bisa dilakukan dengan menguras penampungan air minimal seminggu sekali, menutup tempat penampungan air bersih, dan mengubur benda yang bisa menampung air sehingga jadi sarang tumbuh jentik hingga jadi nyamuk yang berbahaya.

”3M  itu paling efektif dilakukan untuk membasmi sarang nyamuk,” katanya.

Menurutnya, nyamuk aedes aygepty hanya bisa terbang dengan radius 100 meter dan umur nyamuk tiga minggu.

Biasanya jentik nyamuk jenis ini bisa tumbuh di dalam air yang menggenang.

Pemberantasan sarang nyamuk bisa dimulai dari keluarga, sedangkan di sekolah bisa dilakukan dengan pembentukan juru pemantau jentik (jumantik) di sekolah untuk memantau persebaran nyamuk di sekolah.

”Kalau ada yang mengajukan fogging ya tetap kami fasilitasi, tapi fogging bukan salah satu cara yang efektif untuk memberantas sarang nyamuk,” pungkasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, sepanjang Februari kasus demam  berdarah dengue (DBD) di Jombang meningkat pesat.

Hingga kemarin, sudah ada 4yang meninggal. 3 pasien yang dirawat di RSUD Jombang juga dalam kondisi kritis.

Di RSUD Jombang sudah ada empat pasien yang dinyatakan meninggal karena DBD.

Satu anak kelas 5 SD asal Palrejo Kecamatan Sumobito.

Satu dari Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang.

Satu dari Desa Tugusumberejo Kecamatan Peterongan.

Satu balita usia tiga tahun dari Desa Betek Kecamatan Mojoagung. 

Tingginya angka kasus kematian di RSUD Jombang karena rata-rata pasien datang ke RSUD Jombang dalam kondisi dengue shock syndrome (DSS).

Kondisi kesehatan pasien sudah menurun. Seperti keringat dingin, tekanan darah turun, nadi melemah, dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi atau kekurangan cairan.

DBD biasanya muncul dengan tanda-tanda demam dan nyeri kepala depan, dan belakang telinga.

Tingkat keparahan DBD bisa dikurangi dengan memberikan banyak cairan berupa susu. (wen/naz/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#dbd #meninggal dunia #DPRD #Jombang #Pemkab