Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bappeda Gelar Kick off TPID Tahun 2024 untuk Kendalikan Inflasi di Jombang 

Anggi Fridianto • Kamis, 22 Februari 2024 | 15:32 WIB
Pembicara dari berbagai unsur menyampaikan materi Sinergi dan Kolaborasi untuk Kendalikan Inflasi, Rabu (21/2).
Pembicara dari berbagai unsur menyampaikan materi Sinergi dan Kolaborasi untuk Kendalikan Inflasi, Rabu (21/2).

RadarJombang.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang proaktif dalam upaya mengendalikan angka inflasi daerah.

Salah satunya menggelar pertemuan bertajuk Kick off TPID Tahun 2024 dengan tema Sinergi dan Kolaborasi untuk Kendalikan Inflasi.

Tujuannya, menelurkan rekomendasi yang nantinya dijadikan pijakan untuk mengatasi angka inflasi daerah.

Kegiatan yang digelar di hal Hotel Fatma Jombang, Rabu (21/2) melibatkan semua unsur tim pengendalian inflasi daerah (TPID), Satgas Pangan hingga Perumda Aneka Usaha Seger.

Turut serta Pj Bupati Jombang Sugiat, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, dan jajaran pejabat forkopimda serta pejabat di lingkup Pemkab Jombang.

Kick off TPID Tahun 2024 diikuti sedikitnya 90 peserta mulai dari unsur perwakilan organisasi perempuan, hingga kalangan akademisi.

Kepala Bappeda Jombang Danang Praptoko mengatakan, kolaborasi ini menjadi salah satu upaya pihaknya mengendalikan angka inflasi daerah.

”Sehingga diikuti TPID Jombang lalu Satgas Pangan dan Perumda Aneka Usaha Seger, supaya ke depan bersinergi kendalikan inflasi daerah,” kata Danang.

Danang menerangkan, laju angka inflasi daerah di Jombang pada minggu ketiga Februari mengalami kenaikan hingga 2,950 persen.

”Sementara minggu pertama November 2023 sampai minggu kedua Februari trennya turun, bahkan minggu pertama Februari sempat minus 0,085 persen,” imbuh dia.

Angka itu, lanjut Danang, berdasarkan indeks perkembangan harga (IPH). Sebab, untuk menentukan angka itu menggunakan acuan IPH.

Baca Juga: Begini Komitmen DKPP Jombang Tekan Inflasi dan Turunkan Angka Stunting

”Bukan kabupaten menggunakan acuan IHK (Indeks Harga Konsumen),” tutur dia.

Salah satu penyumbang kenaikan itu, menurut Danang, yakni naiknya harga beras.

”Karena menjelang Ramadan dilanjutkan Lebaran dan Idul Adha, makanya perlu mengendalikan inflasi,” ujar Danang.

Perlunya sinergi itu, menurut Danang, agar muncul rekomendasi yang nantinya dijadikan pijakan untuk mengatasi angka inflasi.

”Salah satu contohnya, sudah ada operasi pasar atau pasar murah. Setidaknya tidak hanya dilaksanakan pada saat harga naik saja, tetapi menganalisa atau mengintervensi sebelum terjadinya kenaikan,” tutur dia.

Langkah itu perlu dilakukan. Karena menekan angka inflasi merupakan arahan pemerintah pusat.

”Juga menjadi salah satu indikator penilaian Pj Bupati Jombang sehingga menjadi salah satu fokus untuk diperhatikan,” kata Danang. (fid/naz/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#Bappeda #Inflasi #Jombang #TPID