RadarJombang.id – Polemik kegiatan perluasan bangunan pabrik pupuk di Desa Betek, Mojoagung Jombang yang mencaplok JUT jadi perhatian serius Pj Bupati Jombang Sugiat.
Pj Bupati Jombang menyebut sudah menginstruksikan jajarannya untuk segera menindaklanjuti polemik pencaplokan JUT oleh pabrik pupuk itu.
Bahkan, Pj Bupati Jombang berencana untuk melakukan pemanggilan ke pihak pabrik pupuk yang mencaplok JUT itu dalam waktu dekat.
Pj Bupati Jombang Sugiat, juga meminta permasalahan ini harus segera diselesaikan.
"Segera diselesaikan sesuai dengan aturan yang ada," kata Sugiat saat dikonfirmasi.
Sugiat meminta dinas terkait agar segera menyelesaikan persoalan itu dengan cara persuasif terlebih dahulu.
”Kalau nggak bisa, ya proses hukum,” tuturnya menegaskan.
Sugiat juga berencana akan akan memanggil pihak-pihak terkait secepatnya, untuk menuntaskan dugaan penyerobotan JUT dan kegiatan perluasan bangunan pabrik yang belum mengantongi PBG.
”Ya nanti kita akan panggil nanti,” pungkasnya.
Sementara, kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang juga tengah mendalami polemik terkait kegiatan perluasan pabrik tersebut.
”Untuk itu progres masih berjalan. Kami juga sudah memintai keterangan ke sejumlah OPD terkait,” tegas Kasi Intelijen Kejari Jombang Deny Saputra Kurniawan, Rabu (7/2).
Baca Juga: Polemik Pencaplokan JUT oleh Pabrik Pupuk di Mojoagung, Kejari Jombang: Pekan Depan Turun Lapang
Dalam waktu dekat pihaknya juga akan turun langsung ke lapangan. ”Ya secepatnya kita akan turun ke lapangan,” pungkas Denny.
Seperti diberitakan sebelumnya, selain diduga mencaplok jalan usaha tani (JUT), kegiatan perluasan bangunan pabrik milik PT Maxxi Agri di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung menabrak perda.
Pasalnya, kegiatan perluasan pabrik belum mengantongi persetujuan bangunan gedung (PBG) dari pemkab. Anehnya, pemkab tak berani melakukan penindakan.
Seperti pantuan koran ini Kamis (1/2) siang, tampak sejumlah pekerja sibuk mengerjakan bangunan kontruksi di dalam area pabrik.
Terlihat mereka sibuk mengerjakan bagian atap gedung. ”Sampai sekarang masih mbangun,” ujar M Okky Mabruri salah satu warga.
Dirinya juga heran, kenapa pembangunan masih berlanjut, padahal informasi yang dirinya dapat kegiatannya belum mengantongi izin.
”Kemarin sudah saya tanyakan waktu rapat, apakah pembangunan itu sudah ada izin atau belum?,” ungkapnya. (yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW