Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ini Strategi Bappeda Jombang untuk Turunkan Angka Stunting Tahun 2024 hingga 2 Persen

Azmy endiyana Zuhri • Kamis, 8 Februari 2024 | 14:00 WIB

 

Bappeda Jombang menggelar rapat koordinasi bersama LPPS untuk menekan angka stunting di Kabupaten Jombang Rabu (7/2)
Bappeda Jombang menggelar rapat koordinasi bersama LPPS untuk menekan angka stunting di Kabupaten Jombang Rabu (7/2)

RadarJombang.id – Pemkab Jombang melalui Bappeda terus berupaya untuk menekan angka stunting yang saat ini mencapai ribuan kasus di Jombang.

Melalui tim percepatan penanganan stunting (TPPS) diharapkan program-program penanganan stunting di Jombang bisa berjalan dengan baik.

Seperti yang dilakukan  di Kantor Bappeda Jombang Rabu (7/2).

Bappeda menggundang sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti dinas kesehatan, ketahanan pangan dan perikanan, DPMD dan DPPKB PPPA.

Bappeda juga mengundang pelaku usaha, dunia pendidikan, organisasi profesi serta ormas guna membahas penanganan stunting di Kabupaten Jombang.

’’Ini merupakan skema besar kita. Jadi ini pentahelix yang nantinya memberikan perannya masing-masing untuk penanganan stunting,’’ kata Kepala Bappeda Jombang, Danang Praptoko.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting ini butuh peran semua pihak untuk terlibat secara langsung.

’’Baik dari pemerintah, pelaku usaha, dunia pendidikan, profesi dan ormas. Peran media juga sangat penting dalam strategi penanganan stunting,’’ bebernya.

Dijelaskan Danang, perlu adanya event untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan stunting.

’’Rencananya, pada 22 Februari ini, ada kegiatan bulan timbang di Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung. Kegiatan seperti ini tentu juga ada peranan dari semua pihak,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Perbaikan Pasar Mojotrisno Jombang Mulai Masuk Pembahasan di Bappeda

Seperti para pelaku usaha yang memberikan bantuan melalui CSR.

Pelaku profesi seperti ahli gizi, kedokteran, perawat juga bisa memberikan sumbangsing seperti edukasi dan lain sebagainya.

’’Ada juga media yang turut menyebarkan edukasi. Sehingga sosialisasi akan tersalurkan,’’ bebernya.

Dengan adanya peran-peran tersebut, diharapkan, kegiatan memberikan edukasi dan bantuan ke masyarakat itu terus berjalan secara rutin.

’’Bulan timbang ini rutin setiap bulannya. Akan tetapi, perlu adanya gebyar dan memberikan edukasi agar masyarakat bisa memahami,’’ ungkapnya.

Dengan pendekatan dan perhatian yang diberikan semua pihak, dirinya optimistis angka stunting akan menurun.

Catatan 2023, angka stunting masih 6,31 persen atau 3.286 balita stunting. Stunting ditargetkan bisa berkurang setiap tahunnya.

’’Kami mempunyai target, angka stunting bisa turun dua persen,’’ tegasnya. (yan/jif/riz)

 

 

 

Editor : Achmad RW
#stunting #Bappeda #Jombang