Polemik JUT dicaplok Pabrik Pupuk di Jombang, Petani Tetap Minta Tembok Dibongkar

Azmy endiyana Zuhri • Dipublikasikan Selasa, 9 Januari 2024 | 15:50 WIB

 

Proses pertemuan antara Petani, Pemdes Betek dan pabrik Pupuk berakhir deadlock. Petani tetap minta JUT dikembalikan seperti asalnya.
Proses pertemuan antara Petani, Pemdes Betek dan pabrik Pupuk berakhir deadlock. Petani tetap minta JUT dikembalikan seperti asalnya.

RadarJombang.id – Polemik pembangunan tembok pagar pabrik pupuk PT Maxxi Agri yang menutup jalan usaha tani (JUT) di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang terus bergulir.

Kemarin (8/1), pemdes menggelar pertemuan membahas terkait pencaplokan JUT oleh pihak pabrik pupuk tersebut.

Pantauan di lokasi, pembahasan pencaplokan JUT oleh pabrik pupuk itu digelar di ruang pertemuan Desa Betek.

Hadir dalam pertemuan itu, Camat Mojoagung Muchtar, Kepala Desa Betek Moh Faruq,  perwakilan perwakilan BPD, petani terdampak serta dari perwakilan PT Maxxi Agri.

Proses pembahasan pencaplokan JUT oleh pabrik pupuk itu juga berjalan alot.

”Tadi hasil pertemuannya masih ngambang, belum ada titik temu,” ujar Fatchurohman, salah satu petani yang terdampak.

Fatchurohman  mengaku kecewa dengan keputusan pabrik yang langsung menutup JUT tanpa dilakukan musyawarah desa (musdes) terlebih dahulu.

Dikatakannya, memang sebelumnya sudah ada pertemuan dengan pihak pabrik, pemerintah desa, dan petani, akan tetapi dari pertemuan itu tidak ada kesepakatan untuk menutup JUT.

”Tanda tangan itu bukan kesepakatan untuk menutup JUT. Tanda tangan itu tanda tangan daftar hadir,” bebernya.

Karena merasa sangat dirugikan akibat penutupan JUT, ia dan petani lainnya tetap berharap jalan usaha tani  menuju sawahnya yang sekarang sudah dibangun tembok pagar pabrik dikembalikan seperti semula alias dibongkar.

Baca Juga: Polemik JUT Dicaplok Pabrik Pupuk  di Jombang, DPMD Segera Panggil Pemdes

”Kami tetap ingin JUT dikembalikan ke fungsi semula, tidak ditutup,” tegas Fatchurohman.

Sementara itu, Haris Su’ud, tim legal PT Maxxi Agri mengatakan hasil pertemuan tadi sudah sedikit ada titik terang.

”Alhamdullilah tadi pertemuan berjalan baik. Dan sudah ada sedikit titik terang,” tegasnya.

Haris menegaskan, pihak pabrik juga tidak ingin merugikan petani. Sehingga, diharapkan nanti adanya pertemuan kembali sudah ada solusi yang terbaik.

”Kita cari jalan terbaik untuk desa maupun pabrik. Pabrik tidak ada niatan untuk merugikan siapa pun,” bebernya.

Sedangkan terkait proses pengalihan JUT, pihaknya memasrahkan ke pemerintah desa.

”Nanti monggo lah pihak desa seperti apa, nanti kita siap untuk keamanan desa sendiri. Nanti kita sama-sama jalan, yang penting tidak ada yang dirugikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Betek Moch Faruq dalam pertemuan pihaknya menyampaikan akan dilakukan pertemuan kembali. Rencananya akan ada pertemuan lanjutan.

”Kita akan bahas lagi pada pertemuan nantinya,” kata Faruq. (yan/naz/riz)

Editor : Achmad RW
petani Mojoagung Jombang betek pabrik pupuk JUT