JUT Milik Petani di Jombang Hilang Ditutup Pabrik Pupuk, Camat Mojoagung Bilang Begini

Azmy endiyana Zuhri • Dipublikasikan Jumat, 5 Januari 2024 | 13:50 WIB
Kondisi JUT milik petani di Desa Betek, Mojoagung, Jombang yang kini ditutup total oleh pabrik pupuk PT Maxxi Agri. Kondisi itu memaksa petani harus berjalan memutar hingga 2 kilometer untuk ke sawah.
Kondisi JUT milik petani di Desa Betek, Mojoagung, Jombang yang kini ditutup total oleh pabrik pupuk PT Maxxi Agri. Kondisi itu memaksa petani harus berjalan memutar hingga 2 kilometer untuk ke sawah.

RadarJombang.id – Camat Mojoagung merespons keluhan petani soal ditutupnya akses Jalan Usaha Tani (JUT) di esa Betek oleh pabrik Pupuk PT Maxxi Agri.

Muchtar menyebut, bakal segera turun untuk klarifikasi ke pabrik pupuk PT Maxxi Agri di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung.

”Sebelum melakukan pertemuan dengan pemerintah desa dan warga, pihak pabrik datang ke kecamatan. Setelah itu, mereka melakukan pertemuan,” ujarnya.

Dari hasil petemuan itu pihak pabrik, pemerintah desa maupun gapoktan sudah sepakat JUT yang digunakan untuk kepentingan pabrik diganti.

”Ada kesepakatan pabrik membuatkan JUT baru untuk menggantikan JUT lama. Itu juga ada berita acara kesepakatan bersama,” tegasnya.

Selain itu, pihak pabrik juga membuatkan petani sumur bor. Hanya saja, sumur bor belum dipasang hingga sekarang.

”Karena masih menunggu listrik, sehingga masih proses,” ungkapnya.

Terkait JUT yang menutup akses petani sekitar, memang rencana dibuatkan pabrik.

”Tapi, bila ada permasalahan terkait JUT ini kami akan segera turun dan klarifikasi ke pabrik,” tegasnya.

Sementara M Okky Mabruri Ketua BPD Betek, menyampaikan memang sempat ada pertemuan dengan pihak pabrik yang kemudian menawarkan dibuatkan jalan lewat sisi utara pagar pabrik.

Termasuk dibuatkan sumur bor. Dia menyebut, hasil pertemuan tersebut belum ada titik temu.

Baca Juga: Sempadan Sungai Rusak, BBWS Desak Pondasi Pabrik Plastik di Kabuh Jombang Dibongkar

Pihaknya menyebut, BPD tetap ingin JUT difungsikan kembali.

”Jadi tembok pagar yang menghalangi jalan dibuka kembali seperti semula,” tegasnya.

Namun kenyataannya, pihak pabrik tetap membangun pagar hingga selesai.

Ia sendiri sudah berkoordinasi pemerintah desa untuk kembali melakukan pertemuan dengan pabrik.

”Waktu itu kami mengirimkan surat untuk melakukan pertemuan dengan pabrik. Tapi pihak pabrik tidak bisa,” ungkapnya.

Begitu juga pada pertemuan berikutnya, lagi-lagi pihak pabrik tidak datang.

”Padahal kami ingin bertemu pihak pabrik karena ingin menyampaikan penolakan,” pungkas dia.

Sebelumnya, petani di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, mengeluhkan pembangunan pabrik pupuk PT Maxxi Agri.

Sebab, pengembangan pabrik itu memotong jalan usaha tani (JUT) hingga akses ke sawah jadi terputus. 

”Sekarang kalau mau ke sawah harus memutar jauh, sebab akses jalan sudah ditembok,” terang Bokin salah satu petani kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (3/1).

Ia mengaku baru tahu akses JUT menuju ke sawahnya tertutup karena pengembangan pabrik sekitar Agustus 2023 lalu.

Terlebih tidak ada sosialisasi baik dari pemdes maupun dari pihak pabrik. ”Saya tahunya saat masih bentuk pondasi,” imbuhnya. (yan/bin/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
Mojoagung Jombang ditutup betek pabrik pupuk JUT