RadarJombang.id – Kondisi kios di Pasar Mojotrisno atau belakang Sub Terminal Mojoagung Jombang makin tak karuan.
Seluruh bangunan Pasar Mojotrisno Jombang ini sudah lapuk. Bahkan, pada bagian atap depan salah satu kios pedagang ambruk, Jumat (22/12) lalu.
Menurut Suradi salah satu pedagang di Pasar Mojotrisno, kekhawatiran bangunan ambruk terjadi sebelum perayaan Natal.
Tak ada hujan, tak ada angin, tiba-tiba bangunan bagian depan kios ambruk.
”Jumat pagi atap depan ambruk, saya pas di depan,” katanya kepada wartawan koran ini, Rabu (27/12).
Diceritakan, sejak awal bangunan kios yang dia termpati banyak yang rusak. Paling kentara bagian atap depan karena tak ada plavon.
”Untungnya barang-barang saya taruh di depan, seandainya sudah di sana (dalam, Red) paling ikut kena reruntuhan genting dan kayu,” imbuh dia.
Reruntuhan genting dan kayu yang keropos itu mengenai saluran pembuang yang berada tepat di depan kios.
Sampai hari ini (kemarin, Red), penjual barang bekas ini membiarkan kiosnya yang ambruk.
Sejauh ini, Suradi merupakan salah satu pedagang barang bekas yang masih bertahan menempati Pasar Mojotrisno meski kondisinya banyak yang rusak.
Baca Juga: Makin Eksis, Ini Upaya Desa Mojotrisno Jombang Ramaikan Pasar Barongan Kali Gunting
”Karena kayunya sudah banyak yang keropos, kios samping malah sudah disanggah pakai bambu,” tutur dia.
Tak hanya kios miliknya yang bangunan lapuk, hampir semua kios kondisinya hampir sama.
”Sudah pernah dilaporkan ke dinas dulu, katanya mau diperbaiki tapi kurang tahu sampai sekarang masih dibiarkan,” beber Suradi.
Hal senada diungkapkan Syamsul Yuhannas pedagang sepeda bekas, yang mengaku selama ini bangunan kios di Pasar Mojotrisno tidak pernah ada perbaikan.
”Kami sudah capek lapor terus,” keluh koordinator Persatuan Dagang Sepeda (PDS) Mojoagung ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo, belum bisa menjelaskan banyak terkait kerusakan dan keluhan pedagang Pasar Mojotrisno.
”Mohon maaf, masih rapat,” pungkasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW