Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Untuk Pencegahan Dini Penyebaran DBD, Dinkes Jombang Mulai Buat Gerakan PSN Serentak

Wenny Rosalina • Senin, 11 Desember 2023 | 15:00 WIB
Kabid P2P Dinkes, Haryo Purwono (tengah), Camat Agus Sholihudin (hitam), Kepala Puskesmas Cukir, dr Rokhimah Maulidina (oranye) usai pemberangkatan gerakan PSN serentak di Desa Cukir, Jumat (8/12).
Kabid P2P Dinkes, Haryo Purwono (tengah), Camat Agus Sholihudin (hitam), Kepala Puskesmas Cukir, dr Rokhimah Maulidina (oranye) usai pemberangkatan gerakan PSN serentak di Desa Cukir, Jumat (8/12).

JOMBANG – Memasuki musim hujan, Pemkab Jombang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang melakukan pencegahan dini pada demam berdarah (DBD).

Beberapa cara yang dilakukan Dinkes Jombang mencegah DBD adalah, dengan melakukan gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) serentak.

Harapannya, seluruh desa mampu melakukan PSN serentak setiap Jumat agar nyamuk penyebab DBD tak punya kesempatan berkembang biak.

Kegiatan PSN serentak dimulai Jumat (8/12) di Kecamatan Diwek.

Di bawah wilayah kerja Puskesmas Cukir, dan dipimpin Camat Diwek, seluruh kader jubastik (juru pembasmi jentik) mulai bekerja mendatangi satu per satu rumah untuk melakukan PSN.

’’Hari ini (8/12) kita laksanakan PSN serentak di 20 desa di Kecamatan Diwek. Kebetulan pembukaannya dilasanakan di Desa Cukir,’’ kata Camat Diwek, Agus Sholihudin.

Ia berharap, dengan adanya PSN yang dilakukan di seluruh desa, Diwek bisa bebas dari DBD.

Menurutnya, PSN sangat murah dan  mudah dilakukan dimanapun. ’’Mencegah lebih baik daripada mengobati,’’ ungkap Agus.

Sementara itu, drg Budi Nugroho, kepala Dinas Kesehatan Jombang, mengatakan, PSN dilakukan di seluruh Desa di Kabupaten Jombang.

"Jubastik yang telah dibentuk, seluruhnya kini telah bekerja dibawah komando camat," ungkap Budi melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Haryo Purwono, 

Angka DBD tahun 2023 turun drastis. Pada 2022, ada 117 kasus DBD, tahun 2023 hanya ditemukan 19 kasus DBD.

Baca Juga: Puskesmas Mojowarno Jombang Gelar Kampanye Germas untuk Percepatan Penurunan Stunting

Salah satu penyebab utamanya penurunan kasus DBD di Jombang, adalah kemarau panjang.

’’Mudah-mudahan tidak hanya faktor alam, tapi juga masyarakat yang mulai mengerti arti kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat,’’ ungkapnya.

Setiap Jumat, ia berharap menerima laporan  dari camat terkait berapa rumah yang diperiksa, berapa jentik yang ditemukan hasil dari PSN yang dilaksanakan Jubastik.

’’Untuk lingkungan pendidikan, kami akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang. Guna membentuk tim jubastik di tingkat sekolah,’’ tambahnya.

PSN bisa dilakukan mandiri dengan cara yang cukup mudah. Yakni dengan menguras bak mandi seminggu sekali.

Rajin membersihkan tempat penampungan air. Mengubur sampah yang tidak mudah terurai seperti kaleng, plastik, dan menutup tandon air bersih dengan rapat.

’’Dengan pencegahan dini ini, kami berharap angka DBD semakin turun. PSN ini dilaksanakan setidaknya sampai Februari atau Maret 2024,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#dbd #Jombang #PSN #dinkes