JOMBANG - Kesiapan logistik Pemilu 2024 menjadi perhatian serius dari KPU Jombang.
Usai melakukan penyortiran logistik pemilu yang tiba di tahap pertama, KPU Jombang menemukan sejumlah permasalahan mulai dari botol tinta yang bocor hingga jumlahnya yang kurang.
Saat ini, KPU sudah mengirimkan surat ke penyedia untuk segera dilakukan penggantian.
”Ya dari hasil penyortiran terhadap logistik yang sudah kami terima, kami menemukan 66 botol tinta dalam kondisi rusak. Paling banyak disebabkan bocor,” ujar Ketua KPU Jombang Abdul Wadud Burhan Abadi (26/11).
Terhadap temuan itu, KPU sudah mengajukan penggantian ke pihak penyedia barang yang ditunjuk KPU RI.
”Selain itu, sesuai kebutuhan, kita butuh tinta sebanyak 7.716 botol. Namun, yang dikirim 7.660 (botol), jadi kurang 56 botol. Kita proses untuk mendapatkan ganti dari penyedia,’’ tambahnya.
Sampai sejauh ini, KPU Jombang sudah menerima empat item logistik pemilu 2024. Dijelaskan, ada satu item logistik pemilu tahap pertama yang belum dikirim oleh pihak penyedia.
”Yang belum dikirim kotak suara sejumlah kebutuhan kita ada 19.290 kotak. Sedangkan yang sudah dikirim antara lain bilik suara sebanyak 15.432, tinta, segel 370.910 dan kabel tis 100.308.,’’ papar dia memerinci.
Untuk keperluan logistik pemilu di Jombang, KPU menyediakan sejumlah gudang penyimpanan baik menyewa milik swasta maupun mengajukan peminjaman gedung milik Pemkab Jombang.
”Untuk tempat surat suara sudah ada, ada gudang satu di KPU, kemudian di Mojosongo yang kita sewa selama dua tahun, terus di Parimono, dan dua tempat yang difasilitasi pemerintah Kabupaten, yakni di Tenis Indoor dan Gor Merdeka Jombang," pungkasnya. (ang/naz/fid)
Editor : Ainul Hafidz