JOMBANG – Bagian Perekonomian Setdakab Jombang menggelar rapat koordinasi (rakor) Tim Pegendalian Inflasi Daerah (TPID), Rabu (22/11).
Kegiatan rakor TPID ini dilakukan sebagai upaya menekan angka inflasi di Jombang.
Rakor TPID yang dihelat di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang diikuti Penjabat (Pj) Bupati Jombang Sugiat,
Hadir juga Kabag Perekonomian Setdakab Jombang Aminatur Rokhiyah dan jajaran kepala OPD di lingkup Pemkab Jombang.
Kabag Perekonomian Setdakab Jombang, Aminatur Rokhiyah, mengatakan, rakor TPID High Level Meeting (HLM) dilaksanakan sebagai upaya menekan dan mengendalikan angka inflasi di Jombang.
’’Karena untuk menciptakan perekonomian dengan tingkat inflasi yang stabil diperlukan koordinasi,’’ kata Aminatur.
Inflasi selama Oktober di Jombang sebesar 0,20 persen atau lebih rendah dari Jawa Timur, 0,27 persen. Sedangkan inflasi dari tahun ke tahun sebesar 2,97.
’’Juga lebih rendah dari Jawa Timur sebesar 3,25 persen,’’ imbuhnya.
Perkembangan inflasi di Jombang masih dibawah perkembangan laju inflasi Jawa Timur.
’’Terjadinya kenaikan harga bahan pokok pangan di seluruh wilayah, alhamdulillah pemkab melalui TPID Jombang bekejasama mengendalikan dengan menjaga kenaikan harga barang,’’ jelasnya.
Komoditas yang mengalami kenaikan signifikan yakni beras. Di antara penyebabnya, faktor cuaca terjadinya kemarau panjang atau El Nino.
’’Lalu penurunan volume panen padi dan kebijakan pemberhentian ekspor beras oleh India,’’ urai Aminatur.
Sehingga, tim memiliki tiga kegiatan. Pertama, menggelar operasi pasar dan sidak di beberapa tempat secara rutin.
’’Kedua, melakukan pantauan harga dan stok ketersediaan bahan pokok pangan,’’ ujarnya. Ketiga, melaksanakan gerakan pangan murah.
Diharapkan, langkah yang sudah dilakukan tim, ke depan juga dapat dukungan dari berbagi pihak. Sehingga bisa menekan angka inflasi.
’’Diperlukan peran seluruh elemen, agar apa yang kita laksanakan dapat menjadi sumber kemakmuran, kesejahteraan bagi masyarakat,’’ kata Aminatur. (fid/jif/riz)
Editor : Achmad RW