JOMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang turut memeriahkan kegiatan Gelar Potensi Investasi Jombang (GPIJ) 2023 di Alun-alun 26-28 Oktober.
Selain memberi pelayanan, Dinkes Jombang juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui drama.
’’Kami hadir di GPIJ untuk memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat tentang kesehatan,’’ kata drg Budi Nugroho, kepala Dinkes Jombang.
Stand Dinkes Jombang menjadi salah satu stand paling ramai dikunjungi masyarakat.
Dinkes memberikan pelayanan akupresur, tes gula darah, kolesterol dan asam urat, serta tes tekanan darah.
Dalam sehari, lebih dari 100 orang yang memanfaatkan tes tersebut.
Juga ada konseling kesehatan, seputar gizi, dan konseling secara umum.
Serta mengkampanyekan tanaman obat keluarga, yang memiliki banyak fungsi.
Selain untuk bumbu dapur, rempah-rempah juga memiliki banyak manfaat untuk obat-obatan.
’’Kami mengkampanyekan itu di stand dinkes, agar masyarakat juga menerapkannya di rumah,’’ kata Budi.
Jumat (27/10) malam, dinkes juga memberikan edukasi tentang kesehatan melalui drama musikal.
Baca Juga: Dinkes Jombang Gelar Workshop bersama Petugas dan Kader Posyandu
Tim Dinas Kesehatan Jombang Ceria menyampaikan tentang transformasi posyandu.
Jika selama ini posyandu identik dengan balita, kini ada posyandu keluarga.
Yang memberikan pelayanan kepada balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Dinkes juga mengajak masyarakat Jombang untuk mengkonsumsi gizi seimbang dengan memenuhi isi piringku, 2/3 nasi, 1/3 lauk, 2/3 sayur, dam 1/3 buah-buahan.
Sementara untuk mencegah anemia pada ibu hamil, dinkes mengajak bumil mengkonsumsi Atika (hati ayam, telur dan ikan).
Posyandu wajib diikuti setiap bulan. ’’Jika tidak ikut posyandu, akan ada kunjungan ke rumah yang dilakukan kader kesehatan dan bidan,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW