RADAR JOMBANG - Selain progres pekerjaan yang minus, para pekerja proyek Puskesmas Mojoagung dan Puskesmas Perak terlihat kurang memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Terlihat dari banyaknya pekerja proyek Puskesmas Mojoagung yang tidak mengenakan alat pelindung diri (APD).
Pihak pelaksana Puskesmas Mojoagung berdalih APD sudah dilengkapi, hanya saja para pekerja enggan memakan lantaran faktor cuaca yang panas.
Seperti pantuan koran ini Sabtu (14/10), banyak pekerja Proyek Puskesmas Mojoagung yang tidak menggunakan rompi, helm maupun sepatu keselamatan.
Beberapa pekerja proyek Puskesmas Mojoagung terlihat melakukan pekerjaan baik di lantai dasar maupun lantai dua.
Padahal selain sudah dianggarkan, hal itu diatur secara ketat juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi juga mengatur terkait K3.
”Kami sudah menganggarkan untuk K3,” ujar perwakilan CV Sugio Langgeng yang enggan disebutkan namanya.
Dirinya mengatakan, hanya saja para pekerja enggan menggunakannya karena cuaca cukup panas.
”Ya karena cuacanya panas, kata pekerja tidak bisa menggunakan helm maupun APD lainnya,” bebernya.
Meski begitu, pihaknya juga sudah seringkali memperingatkan pekerjanya untuk menggunakan APD.
”Sudah sering kami sampaikan untuk tetap menggunakan APD,” pungkasnya.
Baca Juga: Progres Proyek Puskesmas Mojoagung Jombang juga Minus 18 Persen, Ini Alasan Kontraktornya
Tidak berbeda, pelaksanaan proyek pembangunan Puskemas Perak yang menelan anggaran mencapai Rp 4,2 miliar juga tak berjalan optimal.
Selain mengalami keterlambatan, banyak pekerja proyek Puskesmas Perak terlihat mengabaikan K3.
”Sebenarnya kami sudah menyediakan APD mulai dari topi, sepatu, dan lain sebagainya,” ujar Gandung Wahyudi pelaksana proyek dari CV Makmur Sentosa (12/10).
Hanya saja, pada saat pelaksanaan, para pekerja mengeluhkan cuaca yang cukup panas.
Sehingga tidak bisa bekerja apabila menggunakan helm atau APD lainnya.
”Namanya juga pekerja, biasanya panas akhirnya dilepas,” ungkapnya.
Hanya saja, ia mengaku untuk pengadaan APD masih belum dilakukan. Karena dalam perencanaan APD dianggarkan untuk sekitar 25 pekerja.
”Tapi sekarang ada 50 pekerja karena untuk mengejar ketertinggalan,” tegasnya.
Dikatakannya, pihaknya juga akan memerintahkan pekerja untuk tetap menggunakan APD.
“Kami akan sampaikan ke pekerja untuk menggunakan APD,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Jombang Syaiful Anwar mengatakan, pihaknya sudah sering kali mengingatkan untuk pekerja menggunakan APD.
”Setiap kali PPK (pejabat pembuat komitmen) memantau proyek juag sudah mengingatkan untuk memasang APD,” bebernya.
Baca Juga: Jadwal Lelang Proyek Puskesmas di Jombang Terus Berubah-ubah Sejak Dilaunching
Untuk itu, pihaknya akan memberikan teguran agar pekerja patuh dengan menggunakan APD.
”Tetap nanti kami akan ingatkan terus agar pekerja menggunakan APD,” pungkas Syaiful.(yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW