JOMBANG - Anggota Komisi C DPRD Jombang, H Heri Santoso ST, menjelaskan, banyak pelajaran yang bisa diambil dari Alquran, termasuk politik.
’’Alquran isinya motivasi-motivasi. Termasuk motivasi berupa kisah-kisah para nabi. Dan dakwah para nabi pasti bersinggungan dengan kekuasaan/politik,’’ kata anggota fraksi PKS ini.
Ada yang berperan sebagai oposisi seperti Nabi Musa melawan raja Fir’aun dan Nabi Ibrahim melawan raja Namrud.
Ada yang koalisi seperti Nabi Yusuf hingga menjadi bendahara kerajaan.
Bahkan ada yang menjadi pemenang politik alias raja atau penguasa. Seperi Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.
’’Nabi kita Muhammad SAW juga berpolitik,’’ ungkap ketua takmir Masjid Al Ikhlas Makarya Binangun, Wadungasri, Waru Sidoarjo ini.
Saat di Madinah, nabi sekaligus menjadi kepala negara.
’’Jadi politik itu termasuk bagian dari sunah nabi,’’ urai direktur PT Pilar Indo Abadi ini.
Sitem pemerintahan atau politik di dunia secara umum ada dua.
Yaitu demokrasi dengan berbagai variasinya dan monarki dengan berbagai variannya.
’’Pendiri bangsa ini telah sepakat memakai demokrasi. Maka ini harus dikawal," ungkapnya.
Heri juga menyebut, jika ada upaya yang dilakukan orang lain untuk menyimpang, tentu harus dilawan.
"Jika ada yang membawa ke arah monarki, oligarki dan dinasti harus dilawan,’’ urai wakil rakyat yang terpilih melalui dapil IV yang meliputi Kecamatan Ngoro, Gudo, Perak dan Bandarkedungmulyo ini.
Apalagi sejarawan Inggris, Lord Acton (1834-1902), pernah menyatakan; Kekuasaan cenderung korup.
Semakin besar kekuasaan, maka kian besar pula kecenderungan untuk korup. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW