JOMBANG – Pemulihan kerusakan infrastruktur daerah tak luput dari perhatian Bupati Mundjidah dan Wabup Sumrambah.
Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang juga memprioritaskan pembangunan jembatan di Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo yang ambruk pada 2018 lalu.
Anggaran yang disiapkan pun tak tanggung-tanggung, mencapai Rp 1,5 miliar.
Kepala Dinas Perkim Jombang Agung Hariadi mengatakan, pembangunan jembatan Brodot menjadi prioritas pemkab.
Pembangunan jembatan ini, adalah salah satu bukti pelaksanaan janji Bupati-Wabup Jombang yang akan membangunkan jembatan yang layak untuk warga.
”Saat ini pengerjaan di lapangan sudah berjalan. Progresnya juga positif,” terang Agung (20/9).
Dikatakan, sejak ambruknya jembatan Brodot 2018 lalu, Bupati Mundjidah sudah menekankan agar segera dibangun jembatan baru untuk warga.
Dalam perkembangannya, banyak program yang tertunda lantaran terjadi pandemi Covid-19.
”Akhirnya tahun ini bisa kita kerjakan. Anggarannya dari APBD 2023 sebesar Rp 1,5 miliar,” imbuhnya.
Agung menjelaskan, pembangunan jembatan ini telah berlangsung sejak awal 14 Agustus 2023 lalu.
Pembangunannya ditargetkan tuntas di tahun ini.
”Sampai hari ini kami masih dalam proses pembangunan abutment jembatan, prosesnya juga memang dikebut,” lontarnya.
Diharapkan, dengan jembatan baru yang akan lebih kokoh ini, akses dan lalu lintas warga akan jadi lancar kembali.
Terlebih, selama ini warga memang menggunakan akses sementara berupa jembatan bambu yang tentunya sangat membahayakan.
”Koneksitas antarwilayah yang dipisahkan sungai akan sangat efektif apabila tersedia infrastruktur jembatan yang sangat layak,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW