JOMBANG – Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang terus berkomitmen menjalankan program perbaikan dan peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Dalam 5 tahun kepemimpinan Bupati Mundjidah dan Wabup Sumrambah, telah ada lebih dari 8.000 RTLH yang direhab.
Kepala Dinas Perkim Jombang Agung Hariadi mengatakan, sepanjang periode 2019 sampai 2022, sudah ada sebanyak 7.005 RTLH sudah ditingkatkan kualitasnya.
Sedangkan pada tahun 2023 ini, ada 1.184 RTLH yang telah dan sedang ditingkatkan kualitasnya.
”Sehingga total 8.189 RTLH di Kabupaten Jombang yang sudah tertangani selama kepemimpinan Bupati Mundjidah dan Wabup Sumrambah,” terang Agung kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Agung juga menjelaskan, bantuan untuk pembanguan RTLH itu, selama ini mengambil sasaran masyarakat berpenghasilan rendah.
Hal ini sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan menopang percepatan pengentasan kemiskinan.
”Upayanya dilakukan melalui berbagai program, di antaranya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Kegiatan penanganan rumah terdampak bencana yang dilaksanakan pada masa pascabencana,” lontarnya.
Program bantuan sosial ini, lanjut Agung, juga bertujuan untuk mendorong dan menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tinggal yang layak huni.
”Program ini juga stimulan untuk masyarakat kurang mampu dalam merehab tempat tinggalnya agar memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan sehingga warga penerima bisa hidup di rumah yang layak huni, dengan sanitasi yang sehat,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW